Usai Direnovasi, Museum Kesaktian Pancasila Kembali Dibuka untuk Publik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:36 WIB

405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026

Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, kini memiliki wajah baru setelah menjalani proses renovasi. Pembaruan mencakup narasi sejarah, alur cerita, tata pamer, hingga pemanfaatan teknologi digital dan ruang imersif.

Renovasi tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan renovasi dilakukan untuk memperkuat fungsi Museum Kesaktian Pancasila sebagai ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat.

“Hari ini juga kita meresmikan Museum Kesaktian Pancasila. Ini museum yang merupakan museum sejarah,” ujar Fadli dalam keterangannya kepada awak media usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Fadli, pembaruan tidak hanya menyentuh tampilan fisik museum, tetapi juga mencakup penyempurnaan narasi, storyline, dan tata pamer. Sejumlah bagian museum kini dilengkapi teknologi digital, termasuk pada diorama dan ruang imersif.

“Ini direnovasi, termasuk narasinya, kemudian storyline-nya, display-nya, kemudian ada sentuhan digital di dalamnya juga, di dioramanya ada digitalnya dan ada immersive juga,” jelasnya.

Fadli menjelaskan, salah satu pembaruan yang dilakukan adalah penyusunan urutan waktu dan konteks sejarah yang lebih lengkap. Proses penyempurnaan narasi tersebut turut melibatkan para sejarawan.

“Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan,” ungkapnya.

Selain ruang pamer dan diorama, renovasi juga mencakup ruang relik. Ruangan tersebut menyimpan sejumlah benda yang berkaitan dengan Pahlawan Revolusi, termasuk pakaian, jam tangan, dan berbagai memorabilia.

Menurut Fadli, keberadaan benda-benda tersebut menjadi bagian penting dalam penyajian sejarah karena pengunjung dapat melihat secara langsung peninggalan yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu.

Proses renovasi Museum Kesaktian Pancasila mulai dilakukan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun sebelumnya. Setelah pembaruan selesai, museum kini kembali dapat dikunjungi masyarakat.

“Ya, sudah terbuka untuk umum,” kata Fadli.

Fadli juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo agar museum sejarah terus dirawat, dilindungi, dan direvitalisasi. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan memori kolektif bangsa.

“Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa,” tuturnya.

Dengan pembaruan tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran sejarah yang lebih relevan bagi generasi muda.

Fadli mengajak siswa, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk mengunjungi museum sebagai bagian dari upaya memahami perjalanan sejarah Indonesia.

“Jadi ini kita harapkan nanti masyarakat, terutama para siswa, mahasiswa, atau umum, publik bisa berkunjung ke sini sebagai bagian yang penting dari sejarah panjang kita,” pungkasnya.(RE/red)

Berita Terkait

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya
Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu
Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan
15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga
Rico Waas Dukung Revora 2026, Lapangan Merdeka Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda
Usai Dilantik Prabowo, Sugiono, Arrmanatha, dan Sarmuji Ungkap Fokus Kerja
Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”
Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:01 WIB

15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Rico Waas Dukung Revora 2026, Lapangan Merdeka Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM, Bahlil Bicara Percepatan Eksekusi

Berita Terbaru