ATAPKOTA, SAMOSIR- Tragedi memilukan terjadi di Danau Toba, Simanindo, Samosir. Dua bersaudara asal Simanindo, Amran Malau dan Sukandi Malau, hanyut terseret ombak danau saat berburu burung dan memancing. Sukandi ditemukan selamat dengan luka di tubuhnya, sementara Amran belum ditemukan hingga malam hari. Rabu, (11/06/2025).
Kejadian naas itu terjadi pada Selasa, 10 Juni 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Amran dan Sukandi menaiki perahu sampan untuk berburu burung dan memancing di sekitaran danau.
Namun, angin kencang dan gelombang ombak yang cukup deras menghantam perahu kecil itu, menyebabkan arus danau menyeret dan memisahkan dua bersaudara tersebut.
Setelah semalaman tak kunjung ditemukan, kekhawatiran keluarga pun tak bisa dibendung. Mereka mencari keberadaan korban dan melaporkan ke pihak Basarnas Samosir dan Polres Samosir. Setelah satu hari satu malam proses pencarian, jenazah Amran ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak memeriksa jaring doton di kawasan danau Tigaras.
“Aku tadi mau memeriksa jaringku, terus kulihat kayak ada yang mengapung kayak boneka, tapi kok besar kali. Jadi kulihat lebih dekat, rupanya orang, terus minta tolong biar dibantu,” jelasnya.
Mayat Amran ditemukan terapung dengan posisi wajah menengadah ke atas dan kaki yang terjepit di bebatuan danau dengan hanya mengenakan celana boxer tanpa memakai baju.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh Tim Basarnas setempat dan dibawa ke kediaman untuk proses lebih lanjut.
Keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak korban, Fernando Malau, mendampingi proses evakuasi jenazah ayahnya. (Ria M Sidabutar)/PR
































