Iran Pasca-Serangan Israel: Bangkit atau Runtuh?

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 23:47 WIB

40132 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terlihat memimpin doa bersama sejumlah pendukung loyalis rezim di Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terlihat memimpin doa bersama sejumlah pendukung loyalis rezim di Teheran.

ATAPKOTA.COM, TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan tetap stabil dan bahkan mengklaim lebih kuat pascakonflik 12 hari melawan Israel. Namun, Amerika Serikat dan Israel menanggapinya dengan sikap tegas dan waspada. Kedua negara itu kini bersiap mencegah kebangkitan kembali kekuatan militer dan nuklir Teheran.

Israel menegaskan tidak akan membiarkan Iran membangun ulang fasilitas rudal dan pengayaan uranium. Seorang sumber keamanan senior Israel menyebutkan bahwa Iran kemungkinan besar akan mencoba mempercepat rekonstruksi program rudal balistiknya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memerintahkan IDF menyusun rencana “penegakan kawasan”. Rencana itu mencakup dominasi penuh atas wilayah udara dan pencegahan terhadap kemajuan nuklir Iran. “Israel akan mengendalikan langit dari Iran hingga Gaza,” tegas Katz, Jumat (27/6/2025).

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 7 Juli mendatang. Trump bahkan menyatakan akan mempertimbangkan opsi militer jika Iran kembali mengaktifkan pengayaan uranium secara agresif.

“Jika Iran melanjutkan programnya, kami siap merespons,” ujar Trump dalam konferensi pers pada 28 Juni.

Meskipun Israel mengklaim kemenangan, Iran disebut masih menyimpan potensi besar:

  • 17 ilmuwan nuklir tewas, namun sekitar 80 ilmuwan lainnya masih aktif.

  • Iran diduga masih memiliki 1.000 rudal balistik dan 200 peluncur aktif.

  • Iran mengklaim berhasil menyelamatkan 400 kg uranium berkadar 60%.

  • Ribuan sentrifugal generasi keenam telah dipindahkan dari fasilitas Fordow.

Sebelum serangan, Iran juga telah memberitahu IAEA bahwa mereka sedang membangun fasilitas pengayaan baru. Namun, Iran tidak menyebutkan lokasi pasti, sehingga memperkuat dugaan tentang fasilitas rahasia.

Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menyatakan bahwa pemulihan fasilitas nuklir berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa Iran memiliki puluhan ribu ilmuwan dan teknisi, sehingga tidak membutuhkan bantuan asing.

Lebih jauh, sejumlah pengamat menyoroti kemungkinan Ayatollah Ali Khamenei mencabut fatwa yang melarang senjata nuklir. Jika itu terjadi, Iran bisa meningkatkan pengayaan hingga 93%—cukup untuk memproduksi 10 bom nuklir.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan, “Pengetahuan tidak bisa dihancurkan. Iran bisa kembali memperkaya uranium hanya dalam hitungan bulan.”

Meskipun fasilitas fisik Iran telah rusak parah, AS dan Israel belum berhasil menghentikan ambisi nuklir Teheran secara permanen. Sebaliknya, Iran justru mengklaim bahwa kekuatan domestik dan pengaruh regionalnya kini semakin solid.

Tantangan utama bagi AS dan Israel saat ini adalah mengawasi kebangkitan militer Iran. Seorang pejabat keamanan Israel menyebutkan bahwa strategi jangka pendek dan panjang harus diterapkan:

  1. Serangan lanjutan terhadap fasilitas nuklir.

  2. Penggulingan rezim dan penghapusan pengaruh elit keagamaan Syiah.

Situasi kini berkembang menjadi permainan “kucing dan tikus”. Iran bersiap bangkit, sementara Israel dan AS tidak akan membiarkan mereka bernapas terlalu lama. **(JCPA)

Berita Terkait

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka
Terima Presiden FIFA, Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Prabowo Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata
Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh
Momen Akrab Prabowo Bersama Modi, Putin, dan Xi Jelang Pembukaan KTT BRICS
Di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara
Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026, Tegaskan Peran Aktif Indonesia dalam Tata Kelola Global

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bobby Nasution Temui Kejati Sumut, Evaluasi Pembangunan 2026 dan Bahas Rencana 2027

Berita Terbaru