ATAPKOTA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya ketahanan dan keindahan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan trotoar guna mewujudkan estetika Kota Medan. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Kerja Tematik II yang membahas keterpaduan penataan, pengembangan, dan pengelolaan sistem jaringan jalan serta trotoar.
Rapat berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Rico Waas menyampaikan bahwa wajah sebuah kota tercermin dari infrastruktur yang dilalui warganya setiap hari. Menurutnya, persepsi masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, sangat dipengaruhi oleh kerapian jalan, trotoar, dan vegetasi pendukung.
Ia menyoroti masih belum seragamnya infrastruktur di sejumlah ruas jalan, baik dari segi ukuran maupun desain. Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan standar kota metropolitan yang berestetika tinggi.
“Niat kita sudah baik, tetapi infrastruktur jalan dan trotoar masih banyak yang belum rapi. Saya minta setiap ruas memiliki standar ukuran yang jelas. Penataan harus dimulai dari inti kota secara terencana, lalu berlanjut ke wilayah pinggiran,” tegas Rico Waas.
Dalam rapat itu, Rico Waas juga menyoroti persoalan trotoar yang kerap rusak akibat pertumbuhan akar pohon. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait mencari solusi teknis terbaik agar pembangunan memiliki daya tahan jangka panjang.
“Buat cara terbaik supaya akar pohon tidak lagi merusak trotoar. Saya berharap apa yang kita bangun memiliki umur yang panjang,” ujarnya.
Menurut Rico Waas, penataan wajah kota tidak dapat dilepaskan dari perencanaan vegetasi yang matang sejak awal. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan jenis tanaman yang digunakan memiliki ketahanan kuat, mudah dirawat, dan tetap menghadirkan keindahan.
“DLH harus memastikan tanaman yang digunakan kuat dan tahan lama, namun tetap memberikan nilai estetika bagi kota,” kata Rico Waas.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja secara terintegrasi dan menghindari ego sektoral. Rico Waas menegaskan tidak ingin proyek infrastruktur dikerjakan berulang kali di lokasi yang sama akibat perencanaan yang tidak selaras.
“Kalau bisa, semuanya dikerjakan sekali jalan. Jangan berulang-ulang dibongkar. Penganggaran harus konkret, efektif, dan efisien, dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.
Terkait kualitas pekerjaan, Rico Waas memberikan perhatian khusus. Ia menginstruksikan Inspektorat untuk mengawasi secara ketat setiap vendor agar tidak ada pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah.
“Saya tidak mau pengerjaan asal-asalan. Vendor harus memberikan kualitas terbaik agar infrastruktur kita berumur panjang. Ini demi masa depan Kota Medan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas SDABMBK, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup, memaparkan rencana kerja infrastruktur yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026. (AP)

































