ATAPKOTA.COM, LONDON – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan membawa sejumlah capaian konkret di bidang lingkungan, investasi, maritim, dan pendidikan. Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Inggris Charles III di London.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III menghasilkan komitmen kerja sama Indonesia–Inggris dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup, khususnya di kawasan 57 taman nasional di Indonesia.
“Intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan mendukung pemulihan 57 taman nasional,” ujar Seskab Teddy kepada awak media di Bandar Udara Stansted, London.
Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap sejumlah kawasan konservasi strategis, di antaranya Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatra, serta kawasan Peusangan, Aceh. Menurut Seskab Teddy, kawasan Peusangan merupakan lahan milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan.
Total luas kawasan konservasi yang didukung dalam kerja sama ini mencapai sekitar 90 ribu hektare dan akan dikelola secara bertahap. Penentuan pemanfaatan kawasan—baik untuk konservasi gajah maupun ekosistem lainnya—akan disesuaikan dengan kajian lembaga konservasi, termasuk World Wide Fund for Nature (WWF).
Selain agenda lingkungan, kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris juga menghasilkan capaian signifikan di sektor ekonomi. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, disepakati komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp 90 triliun, penguatan kerja sama maritim, serta pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Seskab Teddy menyebutkan bahwa proyek pembangunan kapal nelayan tersebut diperkirakan akan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja di dalam negeri, seiring proses produksi dan perakitan yang dilakukan di Indonesia.
Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka Inggris, termasuk King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh. Pertemuan ini membahas rencana kerja sama pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendirian 10 kampus baru di Indonesia dengan fokus pada bidang kedokteran dan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).
Kerja sama pendidikan tersebut meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, pertukaran dosen, hingga peluang pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta upaya peningkatan peringkat universitas nasional di tingkat global.
Di sela-sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo juga tetap menjalankan agenda strategis nasional dengan memimpin rapat koordinasi secara daring bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dalam rapat tersebut, Presiden memutuskan pencabutan izin perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan kehutanan.
Menutup keterangannya, Seskab Teddy menegaskan bahwa seluruh kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia, baik dalam bentuk kerja sama, investasi, maupun dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan. (*)

































