Warga Krueng Lika Mengaku Tertekan Terkait Penentuan Lokasi Huntara

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:15 WIB

40291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

ACEH — Sejumlah warga Desa Krueng Lika mengaku mengalami tekanan terkait penyaluran bantuan hunian sementara (huntara). Dugaan tekanan tersebut mencuat setelah warga disebut-sebut diancam tidak akan menerima bantuan jika menolak menempati lokasi huntara yang telah ditentukan oleh kepala desa. Informasi itu disampaikan warga kepada media pada Rabu, 28 Januari 2026.

Seorang warga Desa Krueng Lika yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, sebagian warga merasa takut kehilangan hak atas bantuan huntara apabila tidak mengikuti keputusan kepala desa mengenai lokasi penempatan.

“Kami diancam tidak akan diberikan huntara kalau tidak mau ikut ke lokasi yang ditentukan kepala desa,” ujar warga tersebut.

Menurut keterangan warga, kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bantuan hunian sementara dinilai sangat mendesak karena menjadi satu-satunya tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak dan belum memiliki hunian layak.

Warga berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara adil, transparan, dan tidak disertai tekanan, mengingat bantuan tersebut bersumber dari program kemanusiaan yang seharusnya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penerima manfaat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Krueng Lika belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon, namun belum mendapat respons. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Apabila klarifikasi dari pihak kepala desa telah diperoleh, keterangan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pembaruan pemberitaan. (Hsb)

Berita Terkait

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah
Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi
Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba
9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek
234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung
Kades Lulus Pelatihan Basarnas Akan Dapat Insentif dari Bobby Nasution, Ini Alasannya
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa
Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:40 WIB

Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:22 WIB

Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:05 WIB

9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50 WIB

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi LKPj 2025, Ini Pesan untuk Pemerintahan Anton Saragih

Berita Terbaru