Presiden Prabowo Tegaskan Diplomasi Realistis di Board of Peace

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:00 WIB

40217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh senior diplomasi nasional menyampaikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh senior diplomasi nasional menyampaikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA  – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang mengedepankan diplomasi realistis dan prinsip kehati-hatian dalam keterlibatan negara di Board of Peace, sebuah forum internasional untuk penyelesaian konflik, khususnya konflik Palestina. Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan terbatas dengan tokoh diplomasi, akademisi, praktisi, serta pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menilai bahwa Presiden Prabowo mengambil pendekatan realistis dalam menyikapi posisi Indonesia. “Board of Peace saat ini adalah satu-satunya opsi di atas meja, tidak ada opsi lain,” ujar Dino. Ia menekankan bahwa keterlibatan Indonesia bukan solusi instan dan sarat risiko, baik dari sisi geopolitik maupun dinamika hubungan internasional.

Menurut Dino, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam sebagai faktor penyeimbang dalam proses diplomasi, sekaligus tetap berpegang pada kepentingan dan prinsip nasional Indonesia. “Kita masuk dengan hati-hati dan tetap memiliki opsi untuk menarik diri jika kebijakan ini bertentangan dengan prinsip kita,” tegas Dino.

Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menekankan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace dilakukan melalui proses konsultasi intensif dengan delapan negara berpenduduk mayoritas Islam. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan adanya keseimbangan dalam pengambilan keputusan dan menjaga proses tetap sejalan dengan tujuan kemanusiaan.

“Proses penyelesaian konflik tidak selalu harus melalui kerangka PBB. Ada praktik diplomasi alternatif yang sah dan efektif selama tujuannya jelas dan hasilnya konkret,” jelas Hassan. Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia di Board of Peace memberi ruang kedaulatan penuh untuk menentukan keberlanjutan partisipasi, sesuai dengan niatan Indonesia membantu rakyat Palestina.

Pendekatan diplomasi Presiden Prabowo menekankan realistis dan hati-hati, namun juga menyisakan sejumlah tantangan dan risiko politik. Board of Peace, walaupun menawarkan alternatif di luar PBB, masih mengandung ketidakpastian terkait efektivitas dan posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik regional dan global.

Keterlibatan Indonesia perlu dipantau ketat agar tidak berpotensi menyeret negara ke dalam konflik yang tidak sejalan dengan prinsip hukum internasional dan kepentingan nasional. Transparansi proses konsultasi, mekanisme pengambilan keputusan, dan pengawasan publik terhadap hasil diplomasi menjadi krusial agar kebijakan ini tidak sekadar simbol politik tanpa dampak nyata bagi Palestina.

Selain itu, publik menuntut agar pemerintah menunjukkan hasil konkret, bukan hanya pernyataan realistis atau komitmen prinsip hati-hati. Diplomasi yang berhasil seharusnya menyeimbangkan kepentingan nasional, solidaritas dengan negara Islam, dan tujuan kemanusiaan internasional secara nyata, bukan hanya retorika.(Edo/red)

Berita Terkait

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta
bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta
Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi
Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi
Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Perluas Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia
Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN
Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Polsek Purba Telusuri Aduan Dugaan Perusakan Mobil dan Kehilangan Rp 4 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:30 WIB

bowo Antar Langsung El-Sisi ke Pesawat, Tegaskan Eratnya Persahabatan Indonesia–Mesir

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian, Kerugian Ditaksir 30 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Alokasi Bedah Rumah Sumut Naik Jadi 15.011 Unit, Pemkab dan Pemko Diminta Percepat Realisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Antisipasi Banjir di Medan, BPBD Siagakan 53 Personel TRC dan Peralatan Evakuasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Temui Kajari Samosir, Wabup Ariston Dorong Pendampingan Hukum dan Penyuluhan bagi ASN

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Aksi di Kantor PTPN IV Regional II, Aliansi Wartawan Tuntut Copot Panuturan Marpaung

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka PORKAB KORPRI 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Berita Terbaru