ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat Persatuan Umat Islam (PUI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam pertemuan itu, Wapres menekankan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat persatuan umat, menjaga konsolidasi kebangsaan, serta mengawal pembangunan nasional.
Gibran menyebut sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi prasyarat penting untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan. Ia mengaitkan kolaborasi tersebut dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui konsep Asta Cita, khususnya pada penguatan sumber daya manusia, pemantapan persatuan nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan hingga ke tingkat komunitas.
Audiensi ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan PUI. Agenda tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan para tokoh bangsa sekaligus menegaskan komitmen kebangsaan organisasi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUI, Raizal Arifin, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi ajang memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus memperkuat komunikasi kelembagaan dengan pemerintah.
“PUI merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Kami berdiri sejak 1917. Dua tokoh PUI, K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi, berperan dalam proses pendirian Republik Indonesia dan telah dianugerahi gelar pahlawan,” ujar Raizal kepada wartawan usai pertemuan.
Raizal menegaskan kesiapan PUI untuk bersinergi dengan program pemerintah.
“Kami menyampaikan komitmen untuk mendukung dan menyukseskan agenda pembangunan ke depan,” katanya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum PUI K.H. Maman Abdurrahman dan Irfan Ahmad Fauzi, Ketua Dewan Pertimbangan K.H. Nurihsan Zaidi, serta Sekretaris Jenderal PUI Dr. Kana Kurniawan. (Edo/red)

































