Eks Pejabat Mossad Prediksi Rezim Iran Runtuh Sebelum Masa Jabatan Trump Berakhir

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:34 WIB

40180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti keamanan asal Israel, Shagiv Asoulin, (kiri).

Peneliti keamanan asal Israel, Shagiv Asoulin, (kiri).

ATAPKOTA.COM – Peneliti keamanan asal Israel, Shagiv Asoulin, memperkirakan rezim Iran tidak akan mampu bertahan hingga akhir masa jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Asoulin yang merupakan mantan pejabat senior Mossad itu menyampaikan pandangannya dalam analisis mengenai perkembangan geopolitik Timur Tengah dan tekanan internasional terhadap Teheran.

“Rezim Ayatollah akan jatuh sebelum masa jabatan Trump berakhir, tetapi itu merupakan proses panjang dan bukan sesuatu yang terjadi dalam beberapa bulan,” ujar Asoulin.

Saat ini, Asoulin diketahui aktif sebagai peneliti di Jerusalem Center for Foreign Affairs and Security.

Ia menilai posisi Israel dalam menghadapi Iran kini lebih kuat karena adanya tekanan bersama dengan Amerika Serikat. Meski demikian, Asoulin mengingatkan agar dunia internasional tidak menganggap terdapat kelompok moderat yang benar-benar berbeda secara ideologis di pemerintahan Iran.

Menurutnya, perbedaan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan elite Islamic Revolutionary Guard Corps hanya terletak pada pendekatan politik, bukan tujuan ideologis.

“Tidak ada perbedaan nyata antara Masoud Pezeshkian dan para pemimpin Garda Revolusi Iran. Ideologinya sama, hanya taktiknya yang berbeda,” katanya.

Asoulin juga menyatakan tekanan ekonomi dan sanksi internasional dinilai lebih efektif dibandingkan operasi militer langsung terhadap Iran.

Ia menilai kebijakan blokade ekonomi yang berkepanjangan dapat memperlemah stabilitas internal pemerintahan Iran secara bertahap.

“Setiap hari tekanan berlangsung, rezim menjadi semakin lemah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah setelah konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional serta keamanan energi global.

Sejumlah analis internasional sebelumnya juga memperingatkan bahwa tekanan ekonomi berkepanjangan dapat berdampak pada kondisi sosial dan politik domestik Iran. Namun hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Asoulin.

Sumber : JCSA

Editor : AP.

Berita Terkait

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter
Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan
Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai
Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut ke Jepang, Soroti SDM dan Hasil Laut Nias

Berita Terbaru