Sumut Dapat Pengembalian TKD Terbesar Pasca Bencana, Ini Penjelasan Tito Karnavian

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 21:10 WIB

40102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, usai mengikuti rapat pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, usai mengikuti rapat pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) di Jakarta, Senin (25/5/2026).

ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Provinsi Sumatera Utara menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar dibandingkan dua provinsi lain yang terdampak banjir dan longsor pada 2025.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari skema pengembalian TKD 2026 bagi daerah terdampak bencana yang diputuskan pemerintah pusat.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Tito Karnavian, mengatakan besaran pengembalian dana disesuaikan dengan nilai pemotongan TKD yang sebelumnya diterapkan kepada masing-masing daerah.

Menurut Tito, saat kebijakan penyesuaian TKD 2026 diberlakukan, Sumatera Utara mengalami pemotongan anggaran terbesar dibanding daerah lain.

“Dana yang sebelumnya dipotong dikembalikan lagi. Sumut memang yang paling besar pemotongannya, sehingga pengembaliannya juga paling besar,” ujar Tito usai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Data yang disampaikan dalam rapat menyebutkan pemotongan TKD Sumut sebelumnya mencapai sekitar Rp6 triliun. Sementara Provinsi Aceh mengalami pemotongan Rp1,6 triliun dan Sumatera Barat sebesar Rp2,6 triliun.

Selain menerima pengembalian TKD terbesar, Sumatera Utara juga tercatat sebagai provinsi dengan nilai hibah terbesar untuk membantu daerah terdampak bencana banjir dan longsor.

Tito menyebut Pemerintah Provinsi Sumut mengalokasikan hibah sekitar Rp260 miliar kepada pemerintah daerah yang masih mengalami keterbatasan anggaran penanganan bencana.

“Saya mengapresiasi Sumut yang memberikan hibah Rp260 miliar kepada daerah terdampak. Ini bentuk dukungan yang sangat membantu,” katanya.

Sementara itu, Tito juga mengungkapkan pemerintah mulai mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana.

Dari total 4.992 sekolah terdampak, sebanyak 3.084 sekolah disebut telah memasuki tahap kerja sama rehabilitasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

“Sebanyak 3.084 sekolah sudah memiliki perjanjian kerja sama. Sisanya akan ditindaklanjuti pada tahap berikutnya,” ujar Tito.

Terkait pembangunan hunian tetap (huntap), Tito mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mulai mengerjakan pembangunan huntap di atas lahan milik warga terdampak.

Namun, pembangunan huntap komunal di sejumlah daerah masih menghadapi kendala penyediaan lahan yang dinilai aman dari risiko bencana.

“Untuk huntap komunal, beberapa daerah masih membutuhkan proses penyediaan lahan karena lokasinya harus jauh dari kawasan rawan bencana,” katanya.

Rapat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama jajaran kementerian terkait. (AP/red)

Berita Terkait

Target PAD Parkir Rp 18 Miliar di Pematangsiantar, Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan
Sambut Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta Ikuti Lomba Mancing Piala Wali Kota Pematangsiantar
Polres Pematangsiantar Amankan Dua Pria, Sabu 1,80 Gram Disita
Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026
DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal
DEN Laporkan Isu Strategis kepada Prabowo, dari Pangan hingga Pasar Modal
Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad
Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Target PAD Parkir Rp 18 Miliar di Pematangsiantar, Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Sambut Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta Ikuti Lomba Mancing Piala Wali Kota Pematangsiantar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Polres Pematangsiantar Amankan Dua Pria, Sabu 1,80 Gram Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Lima Tahun Berturut-turut, Pemkab Asahan Raih Predikat Informatif KI Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

DEN Bahas Strategi Menjaga Harga BBM Bersubsidi dan Keberlanjutan Fiskal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Hadiri Persemayaman Mantan KSAD Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Tingkat Kecamatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:15 WIB

DEN Proyeksikan Ekspor Hilirisasi Indonesia Capai US$ 50 Miliar pada 2026

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polres Pematangsiantar Amankan Dua Pria, Sabu 1,80 Gram Disita

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:22 WIB