Peringatan Waisak 2570 BE di Medan, Rico Waas Ajak Warga Rawat Harmoni dan Kedamaian

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:40 WIB

40158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian perayaan Waisak di Lapangan Benteng Medan, Sabtu malam (13/6/2026).

Rangkaian perayaan Waisak di Lapangan Benteng Medan, Sabtu malam (13/6/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE)/2026 Masehi sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Waisak di Lapangan Benteng Medan, Sabtu malam (13/6/2026).

Perayaan yang mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” itu berlangsung khidmat. Cahaya pelita dan lilin perdamaian yang dinyalakan bersama menjadi simbol harapan akan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Rico Waas mengatakan makna Waisak tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri agar mampu menghadirkan kedamaian, dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial.

“Mari kita jadikan Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rico Waas.

Menurutnya, kedamaian lahir dari kemampuan setiap individu mengendalikan diri, menghilangkan rasa iri, dengki, dan kebiasaan menyalahkan orang lain, sehingga tercipta kehidupan yang saling menghormati dan penuh kasih.

“Kedamaian sejati bukan diukur dari kekayaan ataupun jabatan, tetapi dari kemampuan kita hidup dengan cinta kasih, saling menghargai, dan menghormati perbedaan,” katanya.

Perayaan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Bhikkhu Sangha, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh lintas agama, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Sementara itu, Ketua Walubi Kota Medan, Arman Chandra, menilai keharmonisan dalam keberagaman merupakan fondasi penting bagi kemajuan Kota Medan. Menurutnya, tema Waisak tahun ini mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar terus menjadikan nilai moral sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Perdamaian tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan kita hidup berdampingan dalam keberagaman dengan saling menghormati,” ujar Arman.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Medan yang dinilai terus memberikan ruang bagi seluruh umat beragama untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan secara aman dan nyaman.

Puncak perayaan ditandai dengan penyalaan obor dan pelita perdamaian oleh Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan, unsur Forkopimda, serta tokoh agama sebagai simbol harapan terwujudnya kehidupan yang damai, toleran, dan saling menghargai.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan pawai Waisak yang diikuti ratusan umat Buddha. Pawai tersebut dilepas secara resmi oleh Rico Waas didampingi Ketua TP PKK Kota Medan sebagai penutup peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE di Kota Medan. (MB/red)

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru