ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mengajak generasi muda membangun integritas, menjunjung kejujuran, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Pesan tersebut disampaikan Surya saat menghadiri Dialog Interaktif Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama ratusan siswa SMA/sederajat dan pimpinan organisasi mahasiswa di Aula Amir Hamzah, Dinas Pendidikan Sumut, Jumat (7/8/2026).
Dalam kegiatan yang membahas pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tersebut, Surya menyampaikan sambutan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Ia menilai generasi muda membutuhkan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk ancaman narkotika.
Menurut Surya, dialog tersebut tidak hanya menjadi ruang bertukar pandangan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
“Penyalahgunaan narkoba telah menjadi persoalan yang tidak mengenal batas usia, profesi, maupun latar belakang sosial. Korban utama adalah anak muda yang seharusnya sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujar Surya.
Surya mengatakan Sumatera Utara menghadapi tantangan dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika. Posisi Sumut sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan internasional di bagian barat Indonesia, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pencegahan narkotika.
Ia kemudian mengajak generasi muda mengisi masa pendidikan dengan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri.
Dalam sambutannya, Surya juga mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago mengenai pentingnya peran generasi muda dalam membangun ketahanan bangsa.
“Karena itu, anak muda harus sibuk mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, menjauhi narkoba, tawuran, dan berbagai perilaku yang dapat menghambat masa depan,” kata Surya.
Surya menekankan bahwa integritas tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau profesi. Menurutnya, nilai tersebut perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, antara lain dengan menjaga kejujuran dan menyelaraskan perkataan dengan tindakan.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menghindari sikap yang dapat merusak hubungan sosial dan menghambat perkembangan diri.
Ketua Badko HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra yang mewakili organisasi mahasiswa Cipayung Plus mengapresiasi keterlibatan pemerintah dan mahasiswa dalam dialog P4GN tersebut.
Menurut Yusril, edukasi mengenai risiko penyalahgunaan narkotika perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depan.
“Bagi kami anak-anak muda, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga asa masa depan sebagai calon pemimpin di era mendatang. Karena itu, kami juga berpesan kepada adik-adik siswa agar menjauhi narkoba karena dapat merusak diri dan cita-cita,” ujarnya.
Dialog P4GN tersebut mempertemukan unsur pemerintah, pelajar, dan organisasi mahasiswa untuk membahas pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Bagi pemerintah dan masyarakat, edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu bagian dari upaya membangun lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.
Selain edukasi, pencegahan juga membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, serta lingkungan sosial agar generasi muda memiliki ruang yang sehat untuk belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kemampuan.(AP/red)


































