Dialog Kerukunan di Pematangsiantar, Pemko Ajak Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:06 WIB

4055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FKUB Pematangsiantar menggelar dialog kerukunan.

FKUB Pematangsiantar menggelar dialog kerukunan.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus memperkuat komunikasi antarumat beragama dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Muhammad Hamdani Lubis, S.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Silaturahmi dan Dialog Kerukunan di Convention Hall Siantar Hotel, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan FKUB Kota Pematangsiantar tersebut mengangkat tema “Kerukunan sebagai Fondasi Bangsa untuk Membangun Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.”

Sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Kapolres Pematangsiantar, AKP Maxi Manurung, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar, Amrial Saragih, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs. H.M. Ali Lubis beserta jajaran, serta para tokoh agama dan tokoh pemuda.

Dalam sambutan Wali Kota yang disampaikan Muhammad Hamdani Lubis, Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan apresiasi kepada FKUB yang dinilai terus berkomitmen menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Hamdani menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dirawat melalui komunikasi, silaturahmi, sikap saling menghormati, dan upaya memahami perbedaan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena kerukunan tidak cukup hanya kita bicarakan, tetapi harus kita rawat melalui komunikasi, silaturahmi, saling menghormati, dan saling memahami,” katanya.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, perekonomian, dan pelayanan publik. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana aman, damai, serta saling menghargai.

Hamdani menyebut Pematangsiantar sejak dahulu memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia menilai keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu dijaga bersama.

“Perbedaan keyakinan jangan menjadi alasan untuk menjauh, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pematangsiantar telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi yang baik. Namun, menurutnya, predikat tersebut tidak boleh membuat seluruh elemen masyarakat berhenti menjaga kerukunan.

“Penghargaan dan predikat tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan dan meningkatkannya,” jelasnya.

Hamdani mengatakan Pemerintah Kota Pematangsiantar tidak dapat menjaga kerukunan seorang diri. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan para pemuka agama, FKUB, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap FKUB terus berfungsi sebagai ruang bersama untuk membangun komunikasi dan membahas berbagai persoalan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik.

Hamdani juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.

“Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, maupun perbedaan keyakinan membuat persaudaraan kita menjadi renggang. Mari kita tanamkan semangat berbeda keyakinan, tetapi tetap satu dalam persaudaraan sebagai warga Kota Pematangsiantar,” tuturnya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta menjadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk mendukung terwujudnya visi Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.

Hamdani berharap dialog tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan gagasan, komitmen, dan langkah nyata dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Semoga silaturahmi dan dialog yang kita laksanakan hari ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar. Kerukunan kita jaga, persaudaraan kita perkuat, Pematangsiantar semakin hebat,” sebutnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diikuti para tokoh agama.(AP/red)

 

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru