ATAPKOTA.COM, ACEH SINGKIL – RSUD Aceh Singkil resmi menghadirkan layanan endoskopi untuk memperluas akses pemeriksaan penyakit saluran pencernaan bagi masyarakat. Layanan tersebut diluncurkan pada Senin (31/8/2026), dan hingga saat peluncuran tercatat 30 pasien telah menjalani pemeriksaan menggunakan fasilitas endoskopi.
Kehadiran layanan baru ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memperkuat pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap fasilitas kesehatan di luar daerah.
Program tersebut berjalan di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon bersama Direktur RSUD Aceh Singkil dr. Mardiana.
Direktur RSUD Aceh Singkil dr. Mardiana mengatakan, penyediaan fasilitas endoskopi merupakan bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan kemampuan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya alat tersebut, mudah-mudahan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan endoskopi,” ujar Mardiana.
Menurut Mardiana, rumah sakit menargetkan keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu menekan jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan maupun layanan terkait.
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengatakan keberadaan peralatan medis harus disertai kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan layanan.
“Alat sudah siap, orangnya juga sudah siap. Timnya nanti spesialis semua,” kata Oyon.
Oyon meminta pengelolaan layanan endoskopi dilakukan secara profesional sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang bermutu di daerahnya sendiri.
“Saya minta endoskopi ini betul-betul bermutu, dengan tim yang baik, sehingga masyarakat tidak perlu lagi nanti berobat ke luar daerah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengelola RSUD Aceh Singkil untuk memastikan fasilitas yang telah tersedia dapat beroperasi secara optimal, termasuk dari sisi tenaga medis, standar pelayanan, pemeliharaan peralatan, serta kesinambungan layanan.
Selain endoskopi, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga berencana mengembangkan sejumlah fasilitas penunjang kesehatan di RSUD Aceh Singkil.
Beberapa layanan yang disebut dalam rencana pengembangan tersebut antara lain catheterization laboratory (cath lab), CT scan, dan mamografi.
Jika direalisasikan dan didukung tenaga kesehatan yang memadai, penambahan fasilitas tersebut berpotensi memperluas kemampuan RSUD Aceh Singkil dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Namun, rencana pengembangan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan kesiapan anggaran, sumber daya manusia, perizinan, sarana pendukung, serta standar pelayanan yang dipersyaratkan.
Kehadiran layanan endoskopi menjadi langkah awal bagi RSUD Aceh Singkil dalam memperluas jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan di daerah. Pemerintah daerah berharap pengembangan tersebut pada akhirnya dapat mengurangi kebutuhan masyarakat melakukan perjalanan ke luar daerah untuk memperoleh layanan kesehatan tertentu.
Target tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi operasional layanan, ketersediaan dokter spesialis dan tenaga pendukung, serta kemampuan rumah sakit menjaga mutu pelayanan setelah fasilitas digunakan secara berkelanjutan.
Laporan : Dalian bancin-atapkota.

































