OMC Tahap II Dimulai di Danau Toba, Pemkab Samosir Perkuat Mitigasi Kekeringan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 20:10 WIB

4026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OMC Tahap II di Danau Toba berlangsung 21 September-15 Oktober 2026. Pemkab Samosir mendukung mitigasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air.

OMC Tahap II di Danau Toba berlangsung 21 September-15 Oktober 2026. Pemkab Samosir mendukung mitigasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di wilayah Sungai Toba Asahan dan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan serta menjaga ketersediaan air di kawasan Danau Toba.

OMC Tahap II resmi dimulai di Terminal II BMKG Silangit, Senin (21/9/2026). Operasi tersebut melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perum Jasa Tirta I (PJT I), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel TP Sitanggang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Hadir pula Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Utara, kepala BPBD kabupaten di kawasan Danau Toba, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Silangit, tim pelaksana OMC, serta sejumlah mitra terkait.

OMC Tahap II dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026. Sasaran operasi mencakup wilayah perairan dan DTA Danau Toba dengan memanfaatkan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

VP Regional II Perum Jasa Tirta I M. Luckmanul Chakim mengatakan OMC merupakan salah satu upaya menghadapi kondisi kekeringan yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino.

Menurutnya, ketersediaan air berkaitan dengan berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan energi.

“OMC ini diarahkan untuk mendukung ketahanan air dan pangan, sekaligus mendukung ketahanan energi yang pada akhirnya berkaitan dengan pertumbuhan industri dan program hilirisasi pemerintah,” ujar Luckmanul.

Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC mempertimbangkan prediksi iklim dan kondisi cuaca yang telah dianalisis BMKG.

Menurut Budi, BMKG telah mengantisipasi kondisi El Nino sejak awal tahun sehingga diperlukan langkah untuk menjaga ketersediaan air, terutama di wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya air Danau Toba.

Ia menyebut pelaksanaan OMC sebelumnya pada April 2026 memberikan tambahan air yang cukup signifikan. Pada tahap kedua, BMKG kembali memantau kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang dapat disemai sesuai perkembangan cuaca di lapangan.

“OMC membutuhkan kolaborasi semua pihak. Informasi dari daerah mengenai kondisi kekeringan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas operasi,” kata Budi.

Ia berharap pelaksanaan operasi tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air baku di wilayah Toba dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk menyambut pelaksanaan OMC Tahap II sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

Menurut Sarimpol, ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan sektor tertentu, tetapi juga menyangkut aktivitas masyarakat dan keberlangsungan lingkungan di kawasan Danau Toba.

“BPBD Samosir mendukung OMC ini sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan kekeringan. Kami siap mendukung koordinasi serta menyampaikan informasi kondisi lapangan agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” ujar Sarimpol.

Ia menambahkan, mitigasi risiko bencana dan perubahan kondisi cuaca membutuhkan koordinasi lintas sektor. Karena itu, BPBD Samosir terus mendorong komunikasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menyampaikan bahwa OMC Tahap II menyasar DTA dan wilayah perairan Danau Toba.

Operasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mendukung upaya menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter.

Perwakilan manajemen PT INALUM juga menyampaikan bahwa ketersediaan air memiliki peran penting bagi masyarakat, sektor pertanian, kegiatan produksi, dan energi.

Karena itu, pelaksanaan OMC dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengoptimalkan potensi hujan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutan Danau Toba.

Tantangan ketersediaan air, menurut pihak INALUM, membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan karena sumber daya air Danau Toba dimanfaatkan oleh berbagai sektor.

Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, koordinasi dalam pelaksanaan OMC menjadi penting karena wilayah Samosir berada di kawasan Danau Toba dan memiliki keterkaitan langsung dengan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya air danau.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, BMKG, Perum Jasa Tirta I, INALUM, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya, OMC Tahap II diharapkan dapat mendukung upaya menjaga ketahanan air kawasan Danau Toba sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

Pelaksanaan operasi tersebut tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi kriteria penyemaian. Karena itu, hasil OMC perlu dilihat berdasarkan kondisi cuaca, pelaksanaan operasi, serta pemantauan ketersediaan air selama periode kegiatan.(AP/red)

Berita Terkait

Cegah Penyakit Sejak Dini, Dinkes Simalungun Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis
Kanwil DJP Sumut I dan UINSU Medan Perkuat Edukasi Pajak Lewat Tax Center
Rakor GTRA Simalungun 2026: Pemkab Dorong Penataan Tanah Lebih Terukur dan Terkoordinasi
Pemko Medan Pacu Optimalisasi PAD, Pajak dan Retribusi Bakal Diperkuat Lewat Digitalisasi
Wali Kota Medan Lepas 10 Pelajar ke Ipoh Malaysia, Bawa Misi Kenalkan Budaya Indonesia
Peduli Anak dengan Hidrosefalus, AKBP Dhana Noer Kurniawan Sambangi Hany di Kelurahan Kahean
Wali Kota Wesly Silalahi Buka Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026
Wabup Ariston Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026 dan Penyertaan Modal Bank Sumut

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 01:00 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Dinkes Simalungun Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 22 September 2026 - 20:10 WIB

OMC Tahap II Dimulai di Danau Toba, Pemkab Samosir Perkuat Mitigasi Kekeringan

Selasa, 22 September 2026 - 18:24 WIB

Kanwil DJP Sumut I dan UINSU Medan Perkuat Edukasi Pajak Lewat Tax Center

Selasa, 22 September 2026 - 17:50 WIB

Rakor GTRA Simalungun 2026: Pemkab Dorong Penataan Tanah Lebih Terukur dan Terkoordinasi

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WIB

Pemko Medan Pacu Optimalisasi PAD, Pajak dan Retribusi Bakal Diperkuat Lewat Digitalisasi

Selasa, 22 September 2026 - 13:50 WIB

Peduli Anak dengan Hidrosefalus, AKBP Dhana Noer Kurniawan Sambangi Hany di Kelurahan Kahean

Selasa, 22 September 2026 - 10:30 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Buka Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

TP PKK Simalungun Ikuti Penguatan Tata Kelola Dekranas, PKK dan Posyandu di Jakarta

Berita Terbaru