Cegah Karhutla di Kawasan Danau Toba, Pemkab Samosir dan Inalum Perkuat MPA

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 20:44 WIB

4030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Samosir dan PT Inalum membentuk Masyarakat Peduli Api di lima desa serta menyalurkan peralatan dan pelatihan untuk mencegah Karhutla.

Pemkab Samosir dan PT Inalum membentuk Masyarakat Peduli Api di lima desa serta menyalurkan peralatan dan pelatihan untuk mencegah Karhutla.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR — Pemerintah Kabupaten Samosir bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkuat kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis masyarakat melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa.

Kelima desa tersebut yakni Desa Turpuk Limbong, Siparmahan, dan Dolok Raja di Kecamatan Harian, serta Desa Aek Sipitudai dan Siboro di Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Pembentukan MPA tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi dan Pelatihan Pemadaman Karhutla yang digelar di Aula Kantor Bupati Samosir pada 22–23 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, PT Inalum turut menyerahkan bantuan peralatan pemadaman Karhutla untuk mendukung kesiapsiagaan MPA di masing-masing desa.

Bantuan diserahkan Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap dan diterima Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk.

Bantuan tersebut terdiri atas lima unit alat pemadam api ringan (APAR), lima unit gepyok, lima pasang sepatu bot, dan lima unit garpu untuk masing-masing desa. Selain itu, diserahkan pula 75 set pakaian standar pemadam serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi dukungan dan komitmen PT Inalum dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Samosir.

Menurut Ariston, pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran MPA diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan antisipasi dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

“Karhutla membutuhkan kesadaran masyarakat. Melalui Masyarakat Peduli Api, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Ariston.

Ariston juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan, terlebih Kabupaten Samosir merupakan bagian dari kawasan Danau Toba yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan pariwisata.

Ia meminta camat dan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat meningkatkan komunikasi serta koordinasi dalam mencegah Karhutla.

“Menjelang musim kemarau, berbagai pengalaman yang sudah terjadi perlu kita evaluasi sebagai bahan untuk melakukan langkah-langkah ke depan. Dengan adanya sosialisasi dan penguatan kapasitas ini, kita berharap Karhutla dapat dicegah seminimal mungkin,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk mengapresiasi PT Inalum yang telah menginisiasi dan mendukung pembentukan MPA serta pelaksanaan sosialisasi Karhutla.

Menurutnya, pembentukan MPA merupakan langkah nyata untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Kami berharap jangan hanya pembentukan, tetapi pemberdayaan yang berkelanjutan dengan pemberian insentif agar masyarakat merasa bertanggung jawab untuk membantu,” ujar Sarimpol.

Ia menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu, baik pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, maupun pihak swasta.

Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap mengatakan, Danau Toba sebagai warisan dunia memiliki potensi besar yang harus dirawat dan dijaga keberlangsungannya dari berbagai ancaman kerusakan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Arfan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu perekonomian masyarakat dan sektor pariwisata. Karena itu, pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat menjadi hal penting.

“MPA memiliki peran aktif mulai dari pencegahan hingga pemadaman awal. Kami menginisiasi keterlibatan masyarakat melalui pembentukan MPA dengan memberikan bantuan dan pelatihan. Bantuan ini menjadi semangat bersama untuk menjaga kelestarian Danau Toba bagi generasi mendatang,” ungkap Arfan.

Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh UPT KPH XIII Dolok Sanggul Janly F. Bancin, Kada Ops Manggala Agni Sumatera II Maralo Tambunan, perwakilan Divisi Jasa ASA WS Toba Asahan Gede Santika, Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus, Pabung Samosir T. Siringo-ringo, BPBD Kabupaten Samosir, serta Satpol PP Damkar Kabupaten Samosir.

Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus mengajak anggota MPA meningkatkan kesadaran dan membangun kerja sama dalam mencegah Karhutla.

Ia menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak terhadap sektor pariwisata karena berpotensi mengurangi minat wisatawan dan selanjutnya memengaruhi usaha masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta memahami konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Sementara itu, Pabung Samosir T. Siringo-ringo mengajak MPA yang telah dibentuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal, termasuk dalam kegiatan pembukaan lahan dengan menghindari cara membakar.

“Saya yakin saudara dipilih karena memang peduli lingkungan. Apa yang dibicarakan dalam sosialisasi ini harus dapat kita terapkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Pada hari kedua kegiatan, anggota MPA mendapatkan pelatihan praktik penggunaan peralatan pemadaman Karhutla secara langsung dari Manggala Agni.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan anggota MPA dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Melalui pembentukan MPA, dukungan peralatan, dan peningkatan kapasitas masyarakat, kolaborasi Pemkab Samosir dan PT Inalum diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan Karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan Danau Toba.

Menutup rangkaian kegiatan, Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk kembali menegaskan pentingnya mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di Kabupaten Samosir.

Sarimpol menyampaikan bahwa potensi Karhutla di Kabupaten Samosir masih perlu diwaspadai. Karena itu, peran MPA menjadi penting dalam mendukung upaya pencegahan sejak dini.

Ia juga berpesan agar seluruh bantuan peralatan yang telah diterima MPA dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan.

“Mencegah lebih baik daripada mengatasi. Mari kita jaga bersama lingkungan Kabupaten Samosir agar semakin baik,” ujar Sarimpol.(AP/red)

Berita Terkait

Demo Pembebasan Lahan Diwarnai Jualan Sayur dan Masak Kolak, Polwan Beli Dagangan Warga
Desa Sengon Sari Wakili Asahan dalam Lomba Desa Terbaik LBS Tingkat Sumatera Utara
PengawasMU Diluncurkan, Inspektorat Medan Didorong Jadi Trusted Advisor ASN
Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut, ASN Diminta Siapkan Masa Pensiun
HGU Socfindo Lae Butar Disebut Berakhir 2023, Mengapa Aktivitas Panen Masih Berjalan
Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Maret 2027
Kahiyang Ayu Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu di Jakarta
DLH Medan Tegaskan Pengadaan Alat Berat 11,4 Miliar Ikuti E-Katalog dan Aturan LKPP

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

Demo Pembebasan Lahan Diwarnai Jualan Sayur dan Masak Kolak, Polwan Beli Dagangan Warga

Rabu, 23 September 2026 - 22:57 WIB

Desa Sengon Sari Wakili Asahan dalam Lomba Desa Terbaik LBS Tingkat Sumatera Utara

Rabu, 23 September 2026 - 22:05 WIB

PengawasMU Diluncurkan, Inspektorat Medan Didorong Jadi Trusted Advisor ASN

Rabu, 23 September 2026 - 20:50 WIB

Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut, ASN Diminta Siapkan Masa Pensiun

Rabu, 23 September 2026 - 19:23 WIB

HGU Socfindo Lae Butar Disebut Berakhir 2023, Mengapa Aktivitas Panen Masih Berjalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:40 WIB

Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Maret 2027

Rabu, 23 September 2026 - 18:35 WIB

Kahiyang Ayu Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu di Jakarta

Rabu, 23 September 2026 - 18:00 WIB

DLH Medan Tegaskan Pengadaan Alat Berat 11,4 Miliar Ikuti E-Katalog dan Aturan LKPP

Berita Terbaru

KESEHATAN

Dinkes Simalungun Ajak Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun

Kamis, 24 Sep 2026 - 00:30 WIB