ATAPKOTA.COM, MEDAN — Pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuat generasi muda dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memahami dampak setiap aktivitas di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Medan, Senin (28/9/2026).
Kegiatan PKKMB UMSU 2026 mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”. Tema tersebut menjadi relevan dengan pesan Kapolri mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi, penguasaan teknologi, serta peran mahasiswa dalam menghadapi perubahan.
Dalam pemaparannya, Kapolri mengatakan perkembangan teknologi dan AI berlangsung sangat cepat. Perubahan tersebut membuka berbagai peluang, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru yang perlu dihadapi dengan pengetahuan, karakter, dan kemampuan beradaptasi.
Kapolri mendorong mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Ia juga menekankan pentingnya karakter dan integritas sebagai landasan dalam menggunakan teknologi.
“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” pesan Kapolri.
Kapolri juga menyoroti perkembangan ruang digital di Indonesia yang belum sepenuhnya diimbangi kemampuan literasi digital masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai ancaman digital, seperti hoaks, disinformasi, pencurian data, phishing, deepfake, hingga kejahatan berbasis teknologi lainnya.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak sekadar menjadi konsumen informasi. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi, memahami konteks, serta mempertimbangkan dampak sebelum membagikan sesuatu melalui media sosial.
Pemuda juga didorong berperan menjaga kerukunan, menangkal provokasi, serta ikut menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peran mahasiswa, kata Kapolri, tidak berhenti di ruang digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa memiliki tanggung jawab menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi.
Sementara di tengah masyarakat, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Kapolri juga mendorong mahasiswa mengembangkan kewirausahaan sehingga tidak hanya memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki peluang menciptakan lapangan pekerjaan.
Peran tersebut dinilai semakin penting karena Indonesia akan menghadapi momentum bonus demografi pada periode 2030–2035.
Dalam konteks tersebut, pendidikan berkualitas, keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dalam memanfaatkan potensi sumber daya manusia Indonesia.
Kapolri mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta pemanfaatan teknologi secara produktif.
Mahasiswa baru UMSU diharapkan dapat terus belajar, berkarya, membangun kolaborasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat.
“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” ujar Kapolri.
Pesan tersebut menempatkan proses pendidikan saat ini sebagai bagian dari persiapan generasi muda menghadapi berbagai perubahan hingga Indonesia memasuki momentum Indonesia Emas 2045.(red)

































