ATAPKOTA.COM, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan perdagangan antardaerah sebagai salah satu langkah memperluas pasar produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kerja sama dengan Jawa Timur (Jatim) dinilai dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha dari kedua provinsi.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.
Bobby mengatakan kerja sama perdagangan antardaerah dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat perekonomian domestik di tengah tantangan ekonomi global.
Menurutnya, sektor UMKM memiliki potensi besar sehingga perlu mendapatkan ruang untuk memperluas pasar melalui kerja sama antardaerah.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM,” ujar Bobby.
Misi dagang Jatim-Sumut tidak hanya mempertemukan pemerintah daerah, tetapi juga pelaku usaha dari kedua provinsi untuk membuka peluang transaksi dan kerja sama perdagangan.
Bobby menyampaikan bahwa nilai transaksi hingga sekitar pukul 10.00 WIB telah mencapai Rp2,288 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp2,5 triliun hingga pukul 12.30 WIB.
Menurut Bobby, capaian transaksi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Sumut untuk meningkatkan kesiapan pelaku UMKM, terutama dari sisi kurasi produk dan pemenuhan standar pasar.
Ia juga mendorong agar misi dagang tidak berhenti pada transaksi dalam satu kegiatan. Kerja sama antarpelaku usaha diharapkan dapat berkembang sehingga produk UMKM Sumut maupun Jatim memiliki akses pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat nasional.
Bobby menilai proses kurasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan UMKM. Kurasi tidak hanya berkaitan dengan seleksi produk, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemahaman terhadap pasar, serta kesiapan memenuhi kebutuhan konsumen.
Ia berharap kerja sama perdagangan tersebut dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM Sumut untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kemampuan mereka memasuki pasar yang lebih luas.
Bobby juga menyampaikan rencana membawa misi dagang dan investasi dari Sumut ke Jawa Timur sebagai kunjungan balasan.
Ia berharap nilai transaksi perdagangan antardaerah dapat terus berkembang pada kegiatan berikutnya.
“Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 triliun bisa meningkat menjadi Rp4 triliun,” kata Bobby.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kegiatan tersebut dapat memperkuat jejaring perdagangan antara pelaku usaha Jatim dan Sumut.
Khofifah juga menyoroti peluang perdagangan komoditas unggulan Sumut, salah satunya kopi Sidikalang. Menurutnya, peningkatan produksi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar potensi produk unggulan dapat memenuhi kebutuhan pasar.
“Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara,” ujar Khofifah.
Ia juga menyambut rencana kunjungan balasan dari Sumut untuk melanjutkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua provinsi.
Sebelum kegiatan berakhir, telah dilakukan penandatanganan kerja sama perdagangan antara Jatim dan Sumut yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta organisasi dan pelaku usaha lainnya. Turut hadir Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri.
Dengan nilai transaksi yang mencapai Rp2,5 triliun dalam kegiatan tersebut, tindak lanjut kerja sama menjadi bagian penting untuk memastikan hubungan perdagangan Jatim-Sumut tidak berhenti pada transaksi, tetapi berkembang menjadi jaringan usaha yang berkelanjutan.(AP/red)

































