ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan dukungan kepada Keysa Dwi Tantri, siswi SMA Negeri 1 Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, yang akan mewakili Sumut pada ajang Miss Youth Indonesia di Surabaya, November 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Bobby saat menerima Keysa di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/09/2026).
Keysa yang saat ini duduk di kelas XI SMA Negeri 1 Sei Suka akan membawa nama Sumut dalam ajang tingkat nasional tersebut.
“Kebanggaan bagi Sumut, Keysa bisa mencapai ajang nasional ini, pastinya ini sebuah prestasi yang membanggakan,” ujar Bobby.
Bobby berharap keikutsertaan Keysa tidak hanya menjadi pengalaman dan prestasi pribadi, tetapi juga dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda di Sumut untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi di berbagai bidang.
Menurutnya, kehadiran lebih banyak generasi muda yang berprestasi dapat menghadirkan figur positif yang bisa menjadi contoh bagi anak-anak dan remaja lainnya.
“Generasi muda perlu banyak sekali yang berprestasi dalam pendidikan dan hal lain, bisa dijadikan contoh agar tidak terhindar dari hal-hal negatif,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby juga memberikan sejumlah pesan kepada Keysa, terutama mengenai pentingnya pengetahuan dan proses belajar bagi seseorang yang ingin memiliki kapasitas kepemimpinan.
“Jadi pemimpin itu harus banyak belajar semua bidang, mulai dari ekonomi, sosial, keamanan dan lain-lain,” ucap Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Menurut Bobby, perkembangan zaman membuat berbagai organisasi, termasuk pemerintahan, harus mampu bergerak secara dinamis dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Keysa akan membawa program bertajuk “Satu Nyawa, Sejuta Jiwa” dalam ajang Miss Youth Indonesia 2026.
Program tersebut mengangkat isu interaksi dan sosialisasi anak-anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Keysa mengatakan program itu ditujukan kepada anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Gagasan tersebut, kata Keysa, berangkat dari pengamatannya terhadap pola aktivitas anak-anak yang semakin banyak menggunakan perangkat digital dan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berinteraksi secara langsung.
“Di zaman sekarang banyak anak-anak lebih bermain gadget dibanding bersosialisasi,” kata Keysa.
Melalui program tersebut, Keysa ingin mendorong pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan interaksi sosial secara langsung dalam tumbuh kembang anak.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Ade Sofianita, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Terang Dewi Susantri Ujung.(MB/red)

































