PWPM Gelar Pelatihan Fotografi Dasar, 50 Pelajar dan Mahasiswa Medan Antusias Belajar

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15 WIB

406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PWPM menggelar pelatihan fotografi dasar bagi 50 pelajar dan mahasiswa Medan untuk mengasah kreativitas serta menghasilkan karya visual yang bercerita.

PWPM menggelar pelatihan fotografi dasar bagi 50 pelajar dan mahasiswa Medan untuk mengasah kreativitas serta menghasilkan karya visual yang bercerita.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menggelar pelatihan fotografi dasar bagi 50 pelajar dan mahasiswa se-Kota Medan di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan fotografi sekaligus menghasilkan karya visual yang mampu menyampaikan cerita dan memperkenalkan potensi Kota Medan.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane. Kegiatan menghadirkan dua jurnalis foto berpengalaman yang memberikan materi teori dan praktik fotografi jurnalistik maupun fotografi kreatif.

Dalam sambutannya, Arrahmaan mengapresiasi pengurus PWPM atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong pelajar dan mahasiswa memanfaatkan kemampuan fotografi untuk menghasilkan konten positif tentang Kota Medan.

Menurutnya, karya visual yang dipublikasikan melalui media sosial dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan perkembangan, potensi, dan berbagai sisi positif kota kepada masyarakat luas.

“Melalui pelatihan fotografi dasar ini, para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa diharapkan ke depannya bisa menjadi influencer bagi Kota Medan. Karya-karya visual yang dihasilkan dapat membantu mem-branding kota ini ke arah yang lebih baik,” ujar Arrahmaan.

Ia juga mengajak generasi muda menggunakan kamera telepon seluler maupun kamera profesional untuk menampilkan beragam sisi Kota Medan. Menurutnya, dokumentasi visual dapat membantu memperluas perspektif masyarakat terhadap perkembangan kota.

Arrahmaan menyinggung sejumlah julukan yang kerap dilekatkan kepada Medan, seperti “Gotham City” dan ungkapan “Ini Medan Bung” yang digunakan dalam konotasi negatif. Ia mengajak peserta menghadirkan karya yang memperlihatkan berbagai perubahan dan hal positif di lingkungan sekitar.

“Mari kita hilangkan stigma atau julukan negatif seperti ‘Gotham City’ atau ‘Ini Medan Bung’ dalam konotasi buruk. Banyak pembangunan dan perubahan positif yang telah terjadi di Medan. Lewat karya foto dan media sosial, tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Medan sudah berubah,” katanya.

Selain membahas peran fotografi dalam membangun narasi kota, Arrahmaan memberikan sejumlah tips dasar fotografi menggunakan telepon seluler. Salah satunya, menghindari penggunaan digital zoom secara berlebihan karena dapat menurunkan kualitas gambar.

Ia menyarankan peserta mendekati objek secara langsung jika situasi memungkinkan agar hasil foto tetap tajam. Namun, menurutnya, kualitas karya tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan, tetapi juga pemahaman terhadap teknik dasar dan pesan yang ingin disampaikan.

“Kalau pakai handphone, upayakan ‘zoom’-nya adalah kaki kita sendiri—maju atau mundur mendekati objek agar hasilnya tetap tajam. Namun, apa pun medianya, baik handphone maupun kamera profesional, semua bisa menghasilkan karya luar biasa selama memahami teknik dasar dan cerita di balik foto tersebut,” ujarnya.

Arrahmaan menambahkan, sebuah foto memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan melalui sudut pandang, pemilihan objek, pencahayaan, dan komposisi. Karena itu, peserta didorong memahami cara menghasilkan gambar yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki cerita.

Sementara itu, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan, pelatihan tersebut tidak sekadar mengajarkan penggunaan kamera, tetapi juga mendorong generasi muda menjadi pencipta karya melalui teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

“Semangat kami sederhana, yaitu mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya melalui teknologi,” kata Edison.

Ia menjelaskan, telepon seluler yang dimiliki banyak pelajar dan mahasiswa sudah dapat digunakan untuk menghasilkan karya fotografi. Meski demikian, sebuah foto yang kuat membutuhkan keterampilan dalam mengamati objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, dan menyusun komposisi.

“Memiliki kamera saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu melihat sebuah objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, memilih komposisi, dan kemudian mengubahnya menjadi sebuah foto yang memiliki cerita,” ujarnya.

Menurut Edison, keterampilan fotografi memiliki manfaat luas, mulai dari mendukung kegiatan jurnalistik, produksi konten media sosial, promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan personal branding.

Melalui sebuah foto, seseorang dapat memperkenalkan produk, merekam peristiwa, mendokumentasikan kehidupan masyarakat, maupun membangun kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

Karena itu, Edison berharap peserta terus berlatih setelah kegiatan berakhir. Ia mengingatkan bahwa kemampuan fotografi berkembang melalui proses belajar, keberanian mencoba, dan evaluasi terhadap hasil karya.

“Jangan takut mencoba. Jangan takut hasil foto kita belum sempurna. Karena kemampuan tidak lahir dalam satu hari. Kemampuan lahir dari keberanian untuk mencoba berkali-kali,” tuturnya.

Edison juga mengajak peserta memanfaatkan perangkat yang dimiliki untuk merekam berbagai cerita baik di lingkungan masing-masing.

“Jangan hanya menyimpan kamera di dalam tas. Keluarkan, gunakan, dan abadikan cerita-cerita baik di sekitar kita,” pesannya.

Melalui pelatihan ini, PWPM berharap para pelajar dan mahasiswa semakin percaya diri mengembangkan keterampilan fotografi serta mampu menghasilkan karya visual yang kreatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.(AP/red)

Berita Terkait

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter
Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan
Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai
Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut ke Jepang, Soroti SDM dan Hasil Laut Nias

Berita Terbaru