Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Perdagangan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:56 WIB

405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Kota Medan membuka peluang untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan dengan Malaysia. Peluang tersebut dibahas saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Balai Kota Medan, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Rico memaparkan sejumlah potensi Kota Medan, mulai dari pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga transportasi massal, pengelolaan sampah, dan pariwisata.

Rico menyebut Medan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Sumatra, dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Keberagaman budaya dan kekayaan kuliner juga dinilai menjadi modal untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menarik minat investor.

Dari sisi ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, melampaui target sebesar Rp7 triliun. Pada tahun yang sama, pertumbuhan ekonomi Medan tercatat sekitar 5,10 persen.

“Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” ujar Rico.

Dalam pertemuan tersebut, Rico didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, serta Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu.

Selain sektor ekonomi, Rico memaparkan rencana pengembangan transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT). Jumlah koridor layanan ditargetkan bertambah dari lima menjadi 12 koridor pada 2027, dengan cakupan konektivitas yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

Armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 unit menjadi sekitar 283 unit. Pengembangan transportasi tersebut diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas kawasan perkotaan.

Di bidang lingkungan, Rico menjelaskan rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Potensi sampah yang perlu ditangani di Medan disebut mencapai lebih dari 1.700 ton per hari.

Pemko Medan juga tengah melakukan penataan lima kawasan strategis pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua. Penataan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata dan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan bersejarah.

Sementara itu, Dato’ Muzafar Shah Mustafa menegaskan bahwa Medan merupakan kota penting bagi Malaysia, terutama dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatra Utara.

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Konsul Jenderal Malaysia, Tuan Sahril Nizam bin Abdul Malek, beserta delegasi.

“Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini,” kata Dato’ Muzafar.

Ia menyampaikan bahwa total perdagangan Malaysia dan Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari US$26 miliar. Sementara itu, nilai perdagangan dua arah Malaysia dengan Medan disebut mencapai sekitar US$1,5 miliar.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya peluang untuk memperluas hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi. Sejumlah sektor yang berpotensi dijajaki meliputi kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata, serta sektor perhotelan dan jasa hospitalitas.

Malaysia juga melihat peluang memperkuat UMKM melalui kegiatan business matching dan business networking yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua pihak. Langkah tersebut diharapkan membuka akses pasar, memperluas jaringan bisnis, dan mendorong terbentuknya kemitraan usaha.

“Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan,” tegasnya.

Dato’ Muzafar berharap kunjungan perdananya ke Medan menjadi awal bagi terwujudnya kerja sama yang lebih konkret. Penguatan hubungan tersebut diharapkan dapat mendorong investasi, memperluas perdagangan, membuka kesempatan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Malaysia maupun Kota Medan.

 

Laporan : Mery bintang.

Berita Terkait

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar
Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut ke Jepang, Soroti SDM dan Hasil Laut Nias
Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026
Ameriza Ma’ruf Moesa Dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut, Ini Harapan Pemkab Samosir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Ameriza Ma’ruf Moesa Dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut, Ini Harapan Pemkab Samosir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba

Berita Terbaru