ATAPKOTA.COM, MEDAN – Setelah menanti hampir 20 tahun, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan I, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, segera mendapatkan akses air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM Tirtanadi. Pemasangan jaringan tersebut kini telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua minggu.
Harapan warga untuk memperoleh air bersih semakin dekat setelah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung progres pemasangan jaringan perpipaan di kawasan tersebut, Kamis (8/10/2026).
Selama bertahun-tahun, warga mengandalkan air sumur bor yang kondisinya dikeluhkan tidak layak untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga. Air disebut berwarna kuning pekat, berminyak, mengandung karat, dan menimbulkan bau.
Kondisi itu menyulitkan warga, terutama saat mencuci pakaian karena air dapat meninggalkan noda. Untuk kebutuhan minum, memasak, dan mengolah makanan, warga terpaksa membeli air galon isi ulang setiap hari.
Rico Waas mengatakan pemasangan jaringan perpipaan merupakan tindak lanjut atas aspirasi warga yang selama ini menghadapi persoalan kualitas air sumur.
“Ada usulan warga juga yaitu pembangunan pipanisasi untuk PDAM di Kompleks Griya Kencana ini yang selama ini masih menggunakan sumur bor. Sumur bor ini kondisinya kurang baik, kurang layak. Artinya kuning, ada karat, bahkan menimbulkan bau,” kata Rico.
Berdasarkan hasil peninjauan, Rico menyebut progres pemasangan jaringan telah mencapai sekitar 85 persen. Ia memperkirakan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Memang harus kita lakukan pipanisasi, sehingga nanti air PDAM bisa masuk ke masyarakat. Ini kami melihat kondisinya sudah 85 persen, mungkin sekitar satu sampai dua minggu lagi sudah selesai,” ujarnya.
Rico juga meminta pihak Kelurahan Namo Gajah segera mendata warga yang ingin berlangganan PDAM Tirtanadi setelah jaringan selesai dibangun.
“Kami minta pihak wilayah kelurahan untuk bisa mendata warga-warga yang langsung ingin menggunakan PDAM,” katanya.
Penasihat Serikat Tolong Menolong (STM) Eklisia sekaligus warga Griya Kencana, Arjuna Pandia, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap persoalan air bersih yang telah lama dihadapi warga.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih,” ujar Arjuna.
Ia berharap air dari jaringan baru tersebut nantinya memenuhi standar kualitas yang aman untuk kebutuhan konsumsi sehingga warga tidak lagi harus bergantung pada air isi ulang untuk minum dan memasak.
“Dengan masuknya air bersih ini, kami berharap airnya benar-benar layak konsumsi sehingga warga tidak perlu lagi terus-menerus membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.
Selain meninjau pemasangan jaringan air bersih, Rico Waas turut melihat kondisi infrastruktur di dalam kompleks, termasuk jalan lingkungan, drainase, dan penerangan jalan.
Menurut Rico, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, saluran drainase yang tersedia dinilai terlalu kecil sehingga perlu mendapat perhatian untuk mendukung kelancaran aliran air.
“Nah, lalu saya juga mengecek kondisi jalan komplek. Kondisi jalan komplek ini termasuk yang rusak parah, dan juga drainasenya kurang baik. Maka dari itu saya sampaikan menjadi atensi saya agar diperbaiki di komplek ini,” ujar Rico.
Ia mengatakan perbaikan drainase juga akan menjadi bagian dari penanganan infrastruktur kawasan tersebut, mengingat beberapa saluran yang ada merupakan drainase lama. Penerangan jalan turut disebut sebagai kebutuhan yang perlu diperhatikan.
“Drainase dibangun. Tetap kita bangunkan karena masih drainase lama. Beberapa titik nanti juga pasti, ya, penerangan jalan juga harus,” ucapnya.
Lurah Namo Gajah, Erwin Elkana Tarigan, menjelaskan Perumahan Griya Kencana telah dibangun sejak 2007. Fasilitas umum di kawasan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan sekitar 2022.
Menurut Erwin, terdapat sekitar 200 kepala keluarga yang bermukim di kompleks tersebut. Ia menyebut empat persoalan utama yang selama ini dikeluhkan warga, yakni kerusakan jalan, drainase yang kecil, penerangan jalan, dan keterbatasan akses air bersih.
“Permasalahannya yang pertama adalah jalan, seperti yang disampaikan tadi. Kemudian drainasenya kecil. Kemudian yang ketiga, lampu. Dan ya pasti air bersih,” ungkap Erwin.
Ia mengatakan pembangunan jaringan perpipaan PDAM mulai menjawab persoalan air bersih yang telah lama dikeluhkan warga. Erwin berharap perhatian pemerintah kota juga mendorong penanganan masalah infrastruktur lainnya.
“Air bersih sudah diatasi dengan dimasukkannya pipanisasi. Semoga kendala-kendala yang terjadi bisa diantisipasi karena kepedulian Pak Wali Kota,” katanya.
Dengan jumlah penghuni sekitar 200 kepala keluarga, penyelesaian jaringan perpipaan menjadi langkah awal untuk memperluas akses air bersih di Griya Kencana. Sementara itu, perbaikan jalan, drainase, dan penerangan masih menjadi kebutuhan warga yang perlu ditindaklanjuti.
Laporan : Mery Bintang.

































