ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong peningkatan literasi teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) bagi generasi muda Maluku. Penguasaan teknologi dinilai penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wapres Gibran dengan jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Faris Al-Fadhat, mengatakan Gibran berpesan agar generasi muda Maluku dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi perkembangan teknologi. Menurut Faris, peningkatan literasi AI perlu menjadi perhatian agar anak muda tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan.
“Beliau memang berpesan bahwa anak-anak muda Maluku ini harus siap untuk menyongsong masa depan. Kalau anak-anak muda tidak dipersiapkan dengan baik, atau literasinya ditingkatkan dalam AI, nanti ini akan menjadi salah satu kendala,” ujar Faris seusai pertemuan.
Faris menambahkan, pembahasan juga menyoroti tantangan dalam mempercepat peningkatan literasi teknologi bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur.
Sebagai tindak lanjut, Universitas Muhammadiyah Maluku bersama sejumlah mitra di Provinsi Maluku berencana menggelar kegiatan yang melibatkan generasi muda, mulai dari mahasiswa hingga siswa sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan kemajuan teknologi sekaligus mendorong anak muda mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Jadi rencananya, kami bersama mitra kami di Provinsi Maluku akan melakukan satu event bersama anak-anak muda, baik mahasiswa maupun anak-anak SMA, belajar untuk sama-sama mempersiapkan diri menjadi generasi yang sama-sama harmoni dan juga akrab dengan kemajuan teknologi,” tutur Faris.
Menurut Faris, Gibran menyatakan dukungan terhadap rencana program pemberdayaan pemuda tersebut. Kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan motivasi generasi muda agar melihat masa depan sebagai sesuatu yang dapat dipersiapkan melalui pembelajaran dan pengembangan kemampuan sejak sekarang.
“Dan dengan begitu, anak-anak muda tidak lagi melihat masa depan itu adalah masa yang tidak bisa dipersiapkan. Mereka bisa mempersiapkan dari sekarang,” pungkas Faris.
Rencana kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas pemahaman generasi muda Maluku terhadap teknologi dan AI, sekaligus membantu mereka membangun kesiapan menghadapi perkembangan di masa mendatang.(RE/red)

































