ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Satyawan Pudyatmoko dan Mayor Jenderal TNI Sriyanto masing-masing sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pengangkatan Kristomei Sianturi didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sementara itu, pengangkatan Satyawan Pudyatmoko dan Sriyanto didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 43/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
Kedua keputusan presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. Mereka bersumpah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para pejabat.
Setelah pengucapan sumpah, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang dilantik.
Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan ucapan selamat terlebih dahulu, disusul para undangan yang hadir.
Sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, serta undangan lainnya turut menghadiri pelantikan tersebut.
Pelantikan ini menandai dimulainya tugas para pejabat dalam menjalankan mandat masing-masing, yakni memperkuat penanggulangan bencana serta mendukung pengelolaan dan pemulihan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.(RE/red)

































