ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Peredaran narkoba, kenakalan remaja, dan pencurian sawit menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., bersama unsur Muspika dan masyarakat Kecamatan Jorlang Hataran, Senin (19/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Polsek Jorlang Hataran, Kelurahan Tiga Balata, Kabupaten Simalungun, mulai pukul 09.00 WIB itu menjadi wadah bagi perangkat nagori dan warga untuk menyampaikan keluhan serta masukan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Wakapolres didampingi Kapolsek Jorlang Hataran KOMPOL S. Purba, S.H., M.H., dan Kasat Binmas Polres Simalungun AKP D. Pasaribu. Kegiatan tersebut juga dihadiri personel Polsek Jorlang Hataran, para pangulu se-Kecamatan Jorlang Hataran, staf kecamatan, dan masyarakat setempat.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Senin malam sekitar pukul 20.40 WIB, mengatakan pertemuan itu merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun Polda Sumatera Utara berkomitmen berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat, bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar Verry.
Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus membuka ruang dialog bagi para pangulu dan warga untuk mengutarakan persoalan yang mereka hadapi di wilayah masing-masing.
Menurut Verry, sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat meliputi dugaan peredaran narkoba, kenakalan remaja, dan pencurian sawit.
“Dalam kesempatan itu, para pangulu dan masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan, di antaranya terkait peredaran narkoba, kenakalan remaja, dan pencurian sawit,” katanya.
Ketiga persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan lingkungan, perlindungan generasi muda, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perkebunan.
Meski demikian, keluhan yang disampaikan dalam forum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pendalaman dan pemeriksaan sesuai prosedur agar langkah penanganan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang terverifikasi.
Verry mengatakan, dialog langsung dengan masyarakat diharapkan membantu kepolisian memahami persoalan di tingkat nagori dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi dan partisipasi masyarakat, pangulu, serta seluruh pihak agar wilayah Simalungun tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain berdialog mengenai persoalan kamtibmas, Wakapolres juga menyosialisasikan layanan kepolisian melalui nomor telepon 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian.
AKP Verry Purba mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar tidak ragu melapor ketika menemukan gangguan keamanan atau mengetahui informasi yang perlu ditindaklanjuti aparat.
Layanan pengaduan itu diharapkan mempermudah komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, sehingga laporan dapat diteruskan untuk penanganan sesuai kebutuhan dan prosedur yang berlaku.
Verry menegaskan, pertemuan tatap muka tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial. Aspirasi yang disampaikan masyarakat perlu menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, perangkat nagori, dan warga.
Ia menyebut para pangulu dan masyarakat mengapresiasi kesediaan jajaran Polres Simalungun mendengarkan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
“Para pangulu dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polres Simalungun yang sudah mau mendengarkan keluhan mereka. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” kata Verry.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Simalungun berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka dan kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian terus meningkat.
Kepolisian juga mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta menyampaikan informasi yang relevan agar persoalan kamtibmas dapat ditangani secara tepat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan kepada kepolisian. Bersama masyarakat, kita wujudkan Simalungun yang aman dan nyaman,” pungkas Verry.(red)


































