Tak Perlu Angkat Rahim, RS Adam Malik Gunakan Teknologi Microwave untuk Atasi Mioma

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 02:51 WIB

40150 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Adam Malik menghadirkan teknologi microwave ablation untuk penanganan mioma tanpa operasi pengangkatan rahim dengan pemulihan lebih cepat.

RS Adam Malik menghadirkan teknologi microwave ablation untuk penanganan mioma tanpa operasi pengangkatan rahim dengan pemulihan lebih cepat.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Rumah Sakit Adam Malik kembali menghadirkan inovasi terbaru di bidang kesehatan, khususnya layanan obstetri dan ginekologi (obgyn), melalui teknologi microwave ablation untuk penanganan mioma uteri atau fibroid dan adenomyosis.

Teknologi tersebut memungkinkan pasien mendapatkan penanganan tanpa harus menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RS Adam Malik, dr. Hanudse Hartono, M.Kes., Sp.OG(K), menjelaskan bahwa selama ini penanganan mioma uteri dan adenomyosis umumnya dilakukan melalui prosedur pembedahan.

“Selama ini kedua penyakit tersebut ditangani dengan operasi pengangkatan tumor atau pengangkatan rahim. Namun kini telah dikembangkan teknologi microwave ablation untuk penatalaksanaan mioma uteri dan adenomyosis,” ujar dr. Hanudse, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, mioma uteri dan adenomyosis merupakan tumor jinak pada otot rahim yang umumnya dialami perempuan usia 30 hingga 50 tahun.

Mioma uteri dapat menyebabkan gangguan menstruasi berat, nyeri panggul, hingga masalah kesuburan. Meski sebagian kasus tidak menunjukkan gejala, ukuran tumor yang membesar dapat memicu berbagai komplikasi.

Sementara adenomyosis terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim sehingga menyebabkan rahim menebal dan membesar.

“Kondisi ini sering menimbulkan nyeri saat haid dan perdarahan dengan gejala yang bervariasi,” jelasnya.

Menurut dr. Hanudse, microwave ablation merupakan prosedur invasif minimal yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor.

“Jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor menggunakan panduan ultrasonografi (USG), baik melalui dinding perut maupun transvaginal. Energi gelombang mikro kemudian disalurkan melalui jarum tersebut untuk menghancurkan jaringan tumor,” katanya.

RS Adam Malik pertama kali berhasil melakukan tindakan microwave ablation pada 12 November 2025 terhadap seorang pasien perempuan berusia 48 tahun yang telah menderita mioma sejak 2017.

Pasien bernama Sri Wahyuningsih mengaku kondisinya mulai membaik setelah menjalani prosedur tersebut.

“Saya memutuskan operasi karena diameter mioma sudah di atas 10 sentimeter. Setelah dilakukan microwave ablation, alhamdulillah kondisi saya mulai membaik. Saya sangat berterima kasih kepada tim dokter yang membantu proses operasi saya,” tuturnya.

Dr. Hanudse berharap metode microwave ablation dapat menjadi harapan baru bagi pasien ginekologi di Sumatera Utara dan sekitarnya.

“Metode ini menawarkan alternatif untuk mempertahankan rahim dibandingkan operasi pengangkatan rahim, dengan waktu pemulihan yang lebih singkat, gejala yang berkurang, serta kualitas hidup pasien yang lebih baik,” pungkasnya. (AP/red)

Berita Terkait

HGU Socfindo Lae Butar Disebut Berakhir 2023, Mengapa Aktivitas Panen Masih Berjalan
Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Maret 2027
Kahiyang Ayu Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu di Jakarta
DLH Medan Tegaskan Pengadaan Alat Berat 11,4 Miliar Ikuti E-Katalog dan Aturan LKPP
Kualitas Udara Medan Dipantau 24 Jam, DLH: Data AQMS Bisa Diakses Masyarakat
Anggaran Gedung KKMP Sekitar Rp 1,6 Miliar, Ketua Tanjung Pinggir Dorong Jadi Modal Usaha
Ketua KKMP Tanjung Pinggir Soroti Pola Rapat, Minta Pengurus Tak Dibeda-bedakan
Gelar Perkara Khusus di Polda Sumut, DPN BAKUMKU Pertanyakan Dasar Penebangan Ratusan Pohon Mahoni

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:23 WIB

HGU Socfindo Lae Butar Disebut Berakhir 2023, Mengapa Aktivitas Panen Masih Berjalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:40 WIB

Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Maret 2027

Rabu, 23 September 2026 - 18:35 WIB

Kahiyang Ayu Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu di Jakarta

Rabu, 23 September 2026 - 18:00 WIB

DLH Medan Tegaskan Pengadaan Alat Berat 11,4 Miliar Ikuti E-Katalog dan Aturan LKPP

Rabu, 23 September 2026 - 17:48 WIB

Kualitas Udara Medan Dipantau 24 Jam, DLH: Data AQMS Bisa Diakses Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 16:11 WIB

Ketua KKMP Tanjung Pinggir Soroti Pola Rapat, Minta Pengurus Tak Dibeda-bedakan

Rabu, 23 September 2026 - 16:02 WIB

Gelar Perkara Khusus di Polda Sumut, DPN BAKUMKU Pertanyakan Dasar Penebangan Ratusan Pohon Mahoni

Rabu, 23 September 2026 - 15:12 WIB

Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Amankan Remaja di Martubung, 10 Senjata Tajam Ditemukan

Berita Terbaru