Erupsi Gunung Sinabung, Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 20:12 WIB

4084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Bupati Karo Antonius Ginting, Forkpimda Kabupaten Karo, serta sejumlah OPD Pemprov, berkunjung ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Jambur Desa Suka Tepu Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Bupati Karo Antonius Ginting, Forkpimda Kabupaten Karo, serta sejumlah OPD Pemprov, berkunjung ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Jambur Desa Suka Tepu Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

ATAPKOTA.COM, KARO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kebutuhan dasar warga terdampak erupsi Gunung Sinabung terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian. Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan setelah Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung.

Bobby mengatakan pemerintah memprioritaskan keselamatan warga yang berada di wilayah rawan erupsi. Pemerintah daerah juga diminta memastikan masyarakat yang telah dievakuasi memperoleh fasilitas dan kebutuhan dasar yang memadai.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Kuta Tengah. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sekitar 280 warga telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu dari total sekitar 600 penduduk desa tersebut.

Dalam dialog dengan para pengungsi, Bobby meminta masyarakat tetap bersabar dan tidak kembali ke rumah sebelum pemerintah menyatakan wilayah tersebut aman.

Bobby menegaskan Pemprov Sumut akan memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian. Menurutnya, kondisi tempat pengungsian harus dibuat senyaman mungkin agar warga tidak terdorong kembali ke wilayah yang masih berisiko.

“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” ujar Bobby.

Pemprov Sumut, lanjut Bobby, akan memastikan ketersediaan tempat tidur, tikar, dan selimut. Pemerintah juga meningkatkan pasokan air bersih, penerangan, serta kebersihan fasilitas sanitasi dan toilet.

Kebutuhan makanan dan minuman bagi pengungsi juga disiapkan secara berkelanjutan. Sejumlah armada pendukung turut disiagakan untuk membantu distribusi kebutuhan dasar.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, Pemprov Sumut menyiapkan bus khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah yang terdampak proses evakuasi.

Bobby juga meminta personel TNI dan Polri membantu mengamankan kawasan yang ditinggalkan warga, termasuk menjaga ladang dan hewan ternak selama masyarakat menjalani masa pengungsian.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada warga sehingga mereka tidak perlu kembali ke wilayah berbahaya hanya untuk memeriksa harta benda atau ternak.

Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM Armen Putra mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).

Menurut Armen, pengosongan permukiman yang berada di kawasan berbahaya merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan. Evaluasi status akan mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik dan hasil pemantauan sebelum pemerintah dapat merekomendasikan perubahan status.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah serta Badan Geologi dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai wilayah berbahaya.(AP/red)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker
Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar
Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas
Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan
Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda
Sambut HUT ke-78 GPIB Immanuel, Rico Waas Apresiasi Rencana Ruang Doa
Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala

Berita Terbaru