Enam Daerah Rawan Bencana Jadi Sasaran Mitigasi Pemprov Sumut Sepanjang 2026

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 14:25 WIB

4044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Jumat (4/9/2026).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Jumat (4/9/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan langkah mitigasi di enam daerah yang dinilai memiliki kerawanan terhadap bencana sepanjang 2026. Program tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan.

Enam daerah yang menjadi sasaran program mitigasi tersebut meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Samosir, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Toba.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Manutur P. Naibaho, mengatakan BPBD telah melaksanakan kegiatan mitigasi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Tanjungbalai.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Sumatera Utara, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada Jumat (4/9/2026).

“Kami memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membuat dan mengenali jalur evakuasi. Tujuannya agar masyarakat memahami risiko bencana, mampu melakukan evakuasi secara mandiri, dan mengetahui lokasi yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri,” ujar Manutur.

Manutur menjelaskan, mitigasi yang dilakukan BPBD tidak hanya berfokus pada pelatihan masyarakat. Pemerintah juga melakukan pemetaan kawasan berdasarkan tingkat risiko terhadap berbagai jenis bencana.

Pemetaan tersebut mencakup potensi banjir, tanah longsor, dan gempa bumi dengan mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah.

Selain pemetaan, BPBD melaksanakan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana dan langkah yang perlu dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Kegiatan juga mencakup simulasi serta pelatihan evakuasi mandiri. BPBD melakukan pengujian terhadap sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dan mendorong penerapan perencanaan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan wilayah Sumatera Utara memiliki 14 jenis potensi kejadian bencana.

Berdasarkan data BPBD Sumatera Utara selama periode 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi kejadian bencana yang paling banyak tercatat dengan 127 kejadian.

BPBD juga mencatat 86 kejadian tanah longsor, 73 kejadian banjir, dan 47 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

“Program mitigasi merupakan bagian dari persiapan sebelum bencana terjadi. Dalam penanggulangan bencana, BPBD bekerja melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, tanggap darurat, dan pascabencana,” kata Tuahta.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dimulai melalui langkah pencegahan dan mitigasi.

BPBD Sumatera Utara terus memperkuat langkah pra-bencana melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada pelajar dan masyarakat.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan sejumlah dokumen perencanaan untuk menghadapi berbagai risiko bencana.

“Kami menyusun Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, serta Rencana Kontinjensi. Renkon untuk karhutla dan gempa bumi sudah berjalan, dan saat ini kami sedang menyiapkan Renkon untuk bencana banjir,” ujar Tuahta.

BPBD Sumatera Utara juga membuka ruang edukasi publik di kantornya bagi organisasi dan kelompok masyarakat yang ingin mempelajari langkah evakuasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Program mitigasi di enam daerah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan masyarakat sebelum bencana terjadi. Pelaksanaan dan keberlanjutan program di masing-masing daerah masih perlu dikawal untuk memastikan langkah mitigasi dapat berjalan sesuai dengan tingkat risiko dan kebutuhan masyarakat.(AP/red)

Berita Terkait

Info Dugaan Jaringan Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, Polisi Diminta Selidiki
Perda Penanggulangan Kemiskinan Medan Direvisi, DPRD Dorong Warga Tak Bergantung Bansos
APBD Medan 2027 Dibahas, Fraksi DPRD Minta Anggaran Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kapolres Simalungun Sambangi Kodim 0207 di HUT ke-81 TNI
Dua PAC GRIB Jaya di Tapsel Resmi Terima SK, Pengurus Diminta Jaga Sinergi
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i Sambangi Rumah Dinas Zakiyuddin, Kenang Sahabat Lama
Aduan Dugaan Sabung Ayam di Karang Bangun Ditindaklanjuti Polisi, Monitoring Berlanjut
Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Info Dugaan Jaringan Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, Polisi Diminta Selidiki

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Perda Penanggulangan Kemiskinan Medan Direvisi, DPRD Dorong Warga Tak Bergantung Bansos

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:25 WIB

APBD Medan 2027 Dibahas, Fraksi DPRD Minta Anggaran Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Simalungun Sambangi Kodim 0207 di HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dua PAC GRIB Jaya di Tapsel Resmi Terima SK, Pengurus Diminta Jaga Sinergi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Aduan Dugaan Sabung Ayam di Karang Bangun Ditindaklanjuti Polisi, Monitoring Berlanjut

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Terima Presiden FIFA, Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Berita Terbaru