Pemprov Sumut Targetkan Vaksinasi 15.000 HPR dalam Bulan Bakti Peternakan 2026

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 06:51 WIB

4030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menggelar Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day (WRD) 2026 pada 26–27 September 2026 di Lapangan Astaka, Medan Sport Center. Salah satu agenda utamanya adalah vaksinasi rabies terhadap 15.000 Hewan Pembawa Rabies (HPR) yang ditargetkan berlangsung serentak di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan sekaligus memperkuat pengendalian rabies. Pemerintah Provinsi Sumut juga membawa target mewujudkan Sumut bebas rabies, meski target tersebut membutuhkan pengendalian yang konsisten dan tidak hanya bergantung pada kegiatan vaksinasi massal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas vaksinasi dan memperkuat kolaborasi pengendalian rabies.

“Kita ingin menunjukkan kepedulian terhadap tingginya kasus rabies melalui penguatan vaksinasi hewan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi untuk mewujudkan Peternakan Maju, Sumut Bebas Rabies,” ujar Fariz, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sumut menargetkan vaksinasi terhadap 15.000 HPR, antara lain anjing, kucing dan kera. Pelaksanaannya direncanakan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Fariz mengatakan kegiatan vaksinasi tersebut juga diarahkan untuk mencatatkan rekor MURI sebagai vaksinasi rabies terbanyak di tingkat provinsi.

“Dalam kegiatan ini ditargetkan sebanyak 15.000 ekor Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing dan kera, yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mencatatkan rekor MURI vaksinasi rabies terbanyak di tingkat provinsi,” katanya.

Namun, capaian vaksinasi perlu dilihat tidak hanya dari jumlah hewan yang divaksin dalam satu kegiatan. Pemerintah juga perlu memastikan cakupan vaksinasi tersebut dibandingkan dengan estimasi populasi HPR di Sumatera Utara.

Data tersebut penting untuk mengetahui apakah target 15.000 ekor benar-benar memberikan peningkatan signifikan terhadap cakupan vaksinasi rabies atau hanya menjadi capaian kegiatan sesaat.

Fariz menyebut rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan berakibat fatal. Karena itu, pemerintah menilai vaksinasi, pengawasan populasi HPR, edukasi masyarakat dan penanganan kasus gigitan perlu berjalan secara bersamaan.

“Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies di Sumatera Utara menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, vaksinasi hewan secara rutin, pengawasan populasi HPR, serta penanganan cepat terhadap korban gigitan perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian rabies memiliki persoalan yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan vaksinasi. Keberhasilan program juga bergantung pada pendataan HPR, akses vaksin, respons terhadap laporan gigitan, ketersediaan layanan kesehatan bagi korban, serta koordinasi antara sektor kesehatan hewan dan kesehatan manusia.

Ketua Panitia Bulan Bakti Peternakan dan WRD 2026 yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut, Chalikul Bahri, mengatakan rangkaian kegiatan dapat diikuti masyarakat secara gratis.

Selain vaksinasi rabies, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan hewan, pemeriksaan dan pengobatan hewan, kastrasi kucing, serta edukasi mengenai kesehatan hewan dan penyakit zoonosis.

“Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Bukan hanya vaksinasi rabies, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, pengobatan dan pemeriksaan hewan, kastrasi kucing, edukasi kesehatan hewan dan zoonosis, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya,” kata Chalikul.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kontes ternak dan hewan kesayangan, lomba mewarnai, bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, serta promosi produk dan potensi sektor peternakan Sumut.

Pada puncak kegiatan, Minggu (27/9/2026), panitia menjadwalkan funwalk, makan telur bersama dan pembagian 60.000 butir telur secara gratis.

Target “Sumut Bebas Rabies” membutuhkan indikator yang dapat diukur secara terbuka. Salah satunya adalah perkembangan kasus rabies pada hewan dan manusia dari tahun ke tahun serta cakupan vaksinasi HPR di masing-masing kabupaten/kota.

Pemerintah juga perlu menjelaskan jumlah kasus gigitan HPR, jumlah kasus rabies yang terkonfirmasi, wilayah dengan kasus tertinggi, jumlah HPR yang telah divaksin sebelum kegiatan September 2026, serta target cakupan vaksinasi setelah kegiatan berlangsung.

Data tersebut penting agar masyarakat dapat melihat apakah program pengendalian rabies benar-benar menghasilkan penurunan risiko atau hanya meningkatkan jumlah vaksinasi dalam satu momentum kegiatan.

Selain itu, perlu dipastikan bagaimana mekanisme tindak lanjut terhadap hewan yang belum divaksin, laporan gigitan setelah kegiatan, serta akses masyarakat terhadap vaksinasi rabies berikutnya.

Pelaksanaan Bulan Bakti Peternakan dan WRD 2026 melibatkan pemerintah kabupaten/kota, PDHI, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, peternak, UMKM dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan 26–27 September. Konsistensi pendataan, vaksinasi rutin, edukasi, pengawasan HPR dan respons terhadap kasus gigitan menjadi bagian penting untuk mengukur apakah target pengendalian rabies di Sumatera Utara benar-benar mengalami kemajuan.(AP/red)

Berita Terkait

Rakerwil Abpednas Sumut Dijadwalkan November, Bobby Dorong Program Nyata untuk Masyarakat Desa
Wabup Asahan Buka Silaturahmi Baznas se-Sumut, Pengelolaan Zakat dan Dampaknya Dibahas
Bupati Samosir dan Uskup Agung Medan Resmikan Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta
Mobil Warga Mogok Malam Hari, Polsek Pematang Silimakuta Bergerak Setelah Terima Laporan 110
PSMS Medan Menang 6-0 atas Persiku Kudus, Eko Purdjianto Minta Pemain Tak Terlena
Hotel Khas Parapat Didemo AMPDT, Tuntutan IPAL, CSR dan Upah Lembur
Wali Kota Wesly Hadiri Baksos Kesehatan Gratis Kodim 0207/Simalungun di Lapangan Adam Malik
Kayu Gelondongan Menumpuk di Siantar Marimbun, Warga Desak Pemeriksaan Legalitas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:09 WIB

Rakerwil Abpednas Sumut Dijadwalkan November, Bobby Dorong Program Nyata untuk Masyarakat Desa

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Wabup Asahan Buka Silaturahmi Baznas se-Sumut, Pengelolaan Zakat dan Dampaknya Dibahas

Senin, 21 September 2026 - 11:44 WIB

Bupati Samosir dan Uskup Agung Medan Resmikan Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WIB

Mobil Warga Mogok Malam Hari, Polsek Pematang Silimakuta Bergerak Setelah Terima Laporan 110

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Kontingen Moccak Pakpak Aceh Singkil Dilepas ke Kejuaraan Internasional di Malaysia

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Hotel Khas Parapat Didemo AMPDT, Tuntutan IPAL, CSR dan Upah Lembur

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Wali Kota Wesly Hadiri Baksos Kesehatan Gratis Kodim 0207/Simalungun di Lapangan Adam Malik

Minggu, 20 September 2026 - 20:18 WIB

Kayu Gelondongan Menumpuk di Siantar Marimbun, Warga Desak Pemeriksaan Legalitas

Berita Terbaru