ATAPKOTA.COM, SAMOSIR — Pembangunan Monumen Toga Gultom di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, mulai dilanjutkan. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS) Padot M. Gultom melakukan pematokan pondasi sebagai tanda dimulainya pembangunan, Jumat (25/9/2026).
Pematokan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan monumen yang diharapkan menjadi penanda sejarah dan identitas Toga Gultom sekaligus simbol persatuan pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Prosesi berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah tokoh agama, panitia pembangunan, penasihat dan pengurus DPP PGTS serta masyarakat turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan.
Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir, hadir Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, Camat Onan Runggu serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan monumen tersebut.
Menurutnya, pembangunan Monumen Toga Gultom merupakan bagian dari aspirasi yang telah lama diharapkan dapat diwujudkan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, saya menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan doa yang digelar hari ini sebagai tanda dilanjutkannya pembangunan, kita berharap kerinduan untuk melihat tugu ini berdiri dapat segera terealisasi dengan baik,” ujar Vandiko.
Vandiko mengatakan Pemkab Samosir pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap penataan kawasan monumen, termasuk pematangan lahan dan pembangunan akses jalan yang diperlukan.
Namun, ia menekankan pentingnya kejelasan status aset sebelum dukungan pemerintah direalisasikan.
“Kami siap mensupport untuk pematangan lahan dan jalan, namun serah terima aset harus jelas,” katanya.
Menurut Vandiko, kejelasan status serta proses serah terima aset diperlukan agar dukungan pemerintah terhadap kawasan monumen dapat dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.
Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan kawasan monumen nantinya tertata dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pomparan Toga Gultom yang berkunjung.
Ketua PTGS Padot M. Gultom mengatakan pembangunan Monumen Toga Gultom memiliki makna yang lebih luas daripada pembangunan fisik semata.
“Pembangunan monumen ini bukan sekadar membangun sebuah bangunan atau monumen. Ini merupakan simbol sejarah, identitas, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di seluruh dunia,” ujarnya.
Padot berharap keberadaan monumen dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang mengenai sejarah dan asal-usul leluhur, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarpomparan Toga Gultom.
Ia menyebut pembangunan ditargetkan rampung pada Maret 2027, sementara peresmian direncanakan berlangsung pada April 2027.
“Target kita bersama adalah pembangunan dapat diselesaikan pada bulan Maret 2027 dan peresmiannya April 2027. Pembangunan monumen ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan dan warisan bagi generasi mendatang,” kata Padot.
Untuk mencapai target tersebut, Padot mengajak seluruh pomparan Toga Gultom berpartisipasi melalui semangat gotong royong dan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh pomparan Toga Gultom untuk mengambil bagian melalui donasi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Padot menilai pembangunan monumen tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus warisan bagi generasi berikutnya.
“Pembangunan ini merupakan kasih kepada leluhur dan warisan kepada generasi mendatang. Sebagai tanda nyata Toga Gultom mampu bersyukur dan memberikan warisan yang bermakna. Apa yang kita berikan hari ini akan dikenang anak cucu kita,” pungkasnya.
Pematokan pondasi menjadi langkah awal pembangunan Monumen Toga Gultom yang diharapkan dapat menjadi penanda sejarah sekaligus ruang yang memperkuat persatuan dan ikatan persaudaraan pomparan Toga Gultom dari generasi ke generasi.(AP/red)
































