Pemkab Samosir Bersama TNI dan Kementan Bangun 20 Jembatan, Irigasi 680 Hektare

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:21 WIB

405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Samosir bersama TNI dan Kementan membangun 20 jembatan, irigasi 15 kilometer untuk 680 hektare sawah serta konservasi lingkungan.

Pemkab Samosir bersama TNI dan Kementan membangun 20 jembatan, irigasi 15 kilometer untuk 680 hektare sawah serta konservasi lingkungan.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat sinergi dengan TNI dan Kementerian Pertanian untuk mendukung pembangunan infrastruktur pertanian dan lingkungan. Kolaborasi tersebut mencakup pembangunan jaringan irigasi perpipaan sekitar 15 kilometer untuk mengairi 680 hektare lahan persawahan, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan, serta konservasi lingkungan melalui penanaman pohon.

Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, dan Dandim 0210/TU Kiky Hardian di Tambok Bupati, Desa Sideak, Kecamatan Palipi, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, Pabung Samosir T. Siringoringo, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan perangkat daerah, Plt. Camat Palipi Haider Sitinjak, serta masyarakat dan kelompok tani penerima manfaat.

Jaringan irigasi perpipaan akan diarahkan untuk mendukung pengairan lahan persawahan di Desa Sideak, Desa Urat II, dan Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan sekaligus meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Selain irigasi, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan dari 22 unit yang sebelumnya diusulkan Pemkab Samosir juga menjadi bagian dari program. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi.

Di sektor lingkungan, program konservasi dilakukan melalui penanaman 350 batang pohon. Jenis tanaman yang ditanam antara lain tanaman endemik kawasan Danau Toba dan sengon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pemulihan fungsi hutan dan lahan.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TNI di bawah komando Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kementerian Pertanian.

Menurut Vandiko, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Pemkab Samosir, kata dia, terus mencari berbagai skema pembiayaan melalui APBD, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah pusat, kementerian/lembaga, maupun TNI.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan di Kabupaten Samosir. Berbagai cara terus kami upayakan, salah satunya melalui sinergitas anggaran seperti yang kita lakukan bersama TNI dan Kementerian Pertanian,” ujar Vandiko.

Ia menyebut dukungan TNI sebelumnya juga telah dirasakan masyarakat melalui pembangunan 31 unit sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih. Dukungan berikutnya mencakup irigasi perpipaan, jembatan, dan konservasi lingkungan.

Vandiko meminta masyarakat, kepala desa, dan camat ikut mendukung pelaksanaan program, khususnya apabila pemasangan jaringan pipa melintasi lahan warga.

“Program ini merupakan harapan dan keinginan kita bersama. Karena itu, saya berharap masyarakat, kepala desa dan camat sama-sama mendukung,” katanya.

Vandiko juga menyampaikan apresiasi kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kementerian Pertanian atas dukungan pembangunan di Samosir. Ia berharap Kasad dapat hadir ketika rangkaian pembangunan tersebut selesai dan diresmikan.

Sementara itu, Danrem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso mengatakan keterlibatan TNI melalui kegiatan Karya Bakti merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan daerah.

Menurut Iwan, program tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kementerian, serta masyarakat. Pembangunan yang dilakukan meliputi jembatan penghubung, jaringan irigasi perpipaan sepanjang sekitar 15 kilometer untuk mengairi 680 hektare sawah di tiga desa, serta konservasi lingkungan.

“Program ini membutuhkan perjuangan dan sinergi untuk mendapatkan anggaran, termasuk melalui koordinasi langsung dengan kementerian,” kata Iwan.

Selain pembangunan infrastruktur tersebut, program penyediaan air bersih melalui sumur bor juga akan dilanjutkan. Setelah tahap pertama terealisasi sebanyak 31 titik, tahap kedua direncanakan menambah 40 titik sehingga total dukungan sumur bor mencapai 71 titik di Kabupaten Samosir.

Iwan berharap pemerintah daerah dan masyarakat menjaga semangat gotong royong selama pelaksanaan program. Ia juga meminta dukungan masyarakat terhadap pemasangan jaringan irigasi yang melintasi lahan warga.

Kepala Desa Sideak Buntu Situmorang turut menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi warga di tiga desa di Kecamatan Palipi.

“Pembangunan ini membawa manfaat yang banyak untuk kehidupan masyarakat. Kami akan mendukung pembangunan ini,” ujar Buntu.

Sinergi Pemkab Samosir, TNI, dan Kementerian Pertanian tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar, meningkatkan produktivitas pertanian, memperlancar konektivitas wilayah, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.(AP/red)

Berita Terkait

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya
Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu
Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan
15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga
Rico Waas Dukung Revora 2026, Lapangan Merdeka Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda
Usai Dilantik Prabowo, Sugiono, Arrmanatha, dan Sarmuji Ungkap Fokus Kerja
Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”
Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Pemkab Samosir Bersama TNI dan Kementan Bangun 20 Jembatan, Irigasi 680 Hektare

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:01 WIB

15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Usai Dilantik Prabowo, Sugiono, Arrmanatha, dan Sarmuji Ungkap Fokus Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Berita Terbaru