ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, S.H., M.H., bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Dodi H. Saragih menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Ar-Rohman, Dusun Silandoyung, Nagori Silou Paribuan, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Minggu (4/10/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, legislator, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.
Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Julham Apandi Saragih, S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Plt. Camat Silou Kahean Nursini Purba, S.H., tokoh pendidikan H. Joloman Sipayung, S.Pd., serta Pangulu Nagori Silou Paribuan Saidin Saragih.
Peringatan Maulid Nabi diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustad Muhammad Rifai. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan masyarakat setempat sebagai momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi.
Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra mengatakan kehadiran jajaran Polsek dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, sekaligus mempererat sinergitas dengan berbagai elemen, baik legislator, pemerintahan, maupun tokoh masyarakat,” ujar Edy.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya kebersamaan dan komunikasi yang baik di tengah masyarakat Kecamatan Silou Kahean.
Selain mempererat silaturahmi, kehadiran aparat kepolisian juga menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Polri tidak hanya hadir dalam konteks keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga berupaya membangun komunikasi sosial melalui kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Masjid Ar-Rohman dilaporkan aman dan kondusif hingga acara selesai.
Polsek Silou Kahean menyatakan akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur pemerintahan, serta berbagai elemen lainnya guna menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.(red)

































