ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Lima ekor lembu milik Basri, warga Desa Aman Sari, ditemukan mati di kawasan Perkebunan Dolok Ilir, tepatnya Afdeling 5, wilayah Serbalawan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026).
Kematian lima hewan ternak tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Di lapangan muncul dugaan lembu mengalami keracunan sebelum ditemukan mati. Namun, hingga kini belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan penyebab kematian maupun adanya unsur kesengajaan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Pada tahap awal, Polsek Dolok Batu Nanggar disebut melakukan langkah penyelidikan dan berkoordinasi untuk pemeriksaan di lokasi.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Ridho Pakpahan, ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pada Jumat (2/10/2026) pukul 17.25 WIB, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Masih mau kita lakukan penyelidikan dulu, Bang,” jawab Ridho.
Ketika ditanya mengenai fokus penyelidikan, apakah terkait penyebab kematian, dugaan keracunan, atau kemungkinan adanya unsur pidana, Ridho mengatakan seluruh kemungkinan masih didalami.
“Yang pasti keseluruhan aspek kita masuki, penyelidikan dugaan penyebab kematian lembu. Perihal unsur pidana nantinya akan kita simpulkan berdasarkan hasil penyelidikan dulu, berdasarkan alat bukti yang cukup,” jelasnya.
Dalam konfirmasi berikutnya, wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penanganan kasus tersebut. Di antaranya mengenai pemeriksaan terhadap lima ekor lembu di lokasi, kemungkinan ditemukannya benda atau bahan yang berkaitan dengan kematian ternak, pemeriksaan saksi, termasuk pemilik ternak dan warga sekitar, serta keterangan dari pihak Perkebunan Dolok Ilir.
Pertanyaan juga mencakup kemungkinan koordinasi dengan instansi teknis atau dokter hewan untuk memastikan penyebab kematian secara medis, termasuk kemungkinan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium.
Wartawan turut meminta penjelasan apakah polisi sementara ini telah memastikan bahwa kematian lima ekor lembu tersebut belum dapat disimpulkan akibat keracunan serta kapan perkembangan penyelidikan awal dapat disampaikan kepada publik.
Atas pertanyaan tersebut, Ridho belum memberikan jawaban pada saat itu.
Sehari kemudian, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 13.16 WIB, Ridho kembali menghubungi wartawan melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa perkembangan penanganan perkara dapat dikonfirmasi kepada Humas Polres Simalungun.
“Untuk nanti perkembangan rangkaian penyelidikan sejauh mana mungkin bisa konfirmasi ke Humas Polres ya, Bang. Karena penanganan perkaranya di Polres langsung. Masyarakat korban langsung membuat laporan ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, dugaan keracunan masih menjadi salah satu kemungkinan yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula dugaan adanya unsur pidana belum dapat disimpulkan sebelum kepolisian memperoleh alat bukti yang cukup.
Hingga hasil pemeriksaan resmi keluar, penyebab kematian kelima lembu tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. Keterangan dari pemilik ternak, warga sekitar, pihak perkebunan, serta hasil pemeriksaan medis atau laboratorium—jika dilakukan—diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab sebenarnya.
Masyarakat pun masih menunggu perkembangan resmi dari kepolisian mengenai kasus tersebut, termasuk apakah kematian lima ekor lembu berkaitan dengan penyakit, keracunan, faktor lingkungan, atau kemungkinan lain yang ditemukan dalam proses penyelidikan.(AP/red)

































