Inflasi Sumut 2,71 Persen, Terendah Keempat Nasional pada September 2026

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:45 WIB

407 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Kepala Biro Ekonomi Setdaprovsu Evan Botung Daulay melakukan Konferensi Pers terkait penanganan inflasi Pemrov Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro 30 Kota Medan, Selasa (6/10/2026).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Kepala Biro Ekonomi Setdaprovsu Evan Botung Daulay melakukan Konferensi Pers terkait penanganan inflasi Pemrov Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro 30 Kota Medan, Selasa (6/10/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) mencatat tingkat inflasi 2,71 persen secara year on year (yoy) pada September 2026. Angka tersebut menempatkan Sumut sebagai provinsi dengan inflasi terendah keempat secara nasional.

Sementara secara month to month (mtm), inflasi Sumut pada September 2026 tercatat sebesar 0,14 persen.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sumut Evan Botung Daulay dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10/2026).

“Sumut dari data BPS, nomor empat terendah se-Indonesia,” kata Evan.

Menurut Evan, posisi Sumut sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah nasional tersebut mampu dipertahankan selama dua bulan terakhir.

Ia mengatakan, salah satu strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam menjaga stabilitas harga adalah melalui gerakan pangan murah yang dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus mengendalikan harga komoditas pangan.

Selain itu, Biro Perekonomian Sumut menjalankan berbagai kebijakan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Upaya tersebut mencakup menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terpenuhi, serta mengawasi harga sejumlah bahan pokok sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

“Ini sesuai arahan Pak Gubernur untuk menjaga kestabilan harga,” ujarnya.

Selain mengendalikan inflasi, Pemprov Sumut juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Evan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini berada di kisaran 5 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang terus didorong seiring dengan target pemerintah pusat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Menurutnya, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

“Langkah-langkahnya sama seperti yang tadi saya sampaikan. Kebijakan ekonomi selalu kami jalankan dengan berkolaborasi,” katanya.

Untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi tidak berhenti pada perencanaan, Pemprov Sumut secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev).

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai kebijakan intervensi dapat diterapkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan.

Pengendalian harga melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD). Salah satu fokusnya adalah memastikan pasokan pangan tetap tersedia di pasar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.

Pemprov Sumut juga menyiapkan pelaksanaan pasar murah apabila diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas tertentu.

Evan mengatakan, BUMD yang bergerak di sektor pangan juga dapat melakukan intervensi ketika mulai muncul indikasi gangguan pasokan di pasar.

“Kami berusaha untuk menjaga agar pasokan ini tetap terjaga di pasar, tidak ada yang namanya kelangkaan lagi. Dan biasanya ketika isu kelangkaan itu sudah mulai, kami juga punya BUMD yang bergerak di bidang pangan, itu yang mengintervensi dalam artian menjaga pasokan,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, Pemprov Sumut berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus aktivitas ekonomi daerah dapat terus bergerak.(AP/red)

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru