ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia (DPP API) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah keberagaman budaya dan keyakinan.
Ketua Umum DPP API Pendeta Harsanto Adi mengatakan, dalam pertemuan itu Gibran berbagi pengalaman mengenai upaya membangun persatuan ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden.
Menurut Harsanto, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pembekalan bagi para pendeta dan hamba Tuhan yang akan mengikuti Kongres Nasional V API di Serpong, Banten.
Dalam kesempatan tersebut, DPP API juga meminta kesediaan Gibran untuk membuka secara resmi kongres yang rencananya diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan luar negeri.
“Kami memohon kepada Wapres untuk membuka secara resmi Kongres V API di Serpong, sekaligus memberikan kata sambutan atau pembekalan kepada para pendeta atau hamba Tuhan dari seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri,” ujar Harsanto.
Ia menjelaskan, pengalaman Gibran dalam membangun hubungan lintas budaya dan iman dinilai relevan untuk dibagikan kepada para peserta kongres. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menjaga kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
“Kami mohon kepada beliau untuk bisa menceritakan true story atau kejadian-kejadian yang beliau alami sebagai Wali Kota Solo pada waktu itu, juga sebagai Wapres hari ini, dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan umat lintas budaya dan iman,” ungkapnya.
Harsanto menambahkan, dalam pertemuan tersebut Gibran mendorong jajaran API untuk terus berperan dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan masyarakat.
Gibran juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati sebagai bagian dari upaya merawat kebersamaan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam membahas peran masyarakat dalam menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan di Indonesia.(RE/red)

































