ATAPKOTA.COM, TAPANULI UTARA – Pihak SMPN 2 Tarutung memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dana pentas seni yang dikaitkan dengan siswa kelas 9. Kepala sekolah, Daniel Simanjuntak, menyambut baik kedatangan sejumlah wartawan yang hadir pada Senin, 5 Mei 2025.
Kepada media, Daniel menegaskan bahwa sekolah tidak pernah memungut dana pentas seni dari siswa. Ia menjelaskan bahwa dana yang dikumpulkan siswa kelas 9 murni berasal dari inisiatif pribadi mereka.
“Dana itu bukan bagian dari program sekolah. Siswa kelas 9 ingin mengadakan perpisahan secara mandiri dan membeli cenderamata sebagai kenang-kenangan,” ujar Daniel.
Ia menyebut, kegiatan pentas seni sekolah telah diajukan melalui proposal resmi OSIS. Proposal tersebut ditujukan kepada pihak luar seperti pengusaha, orang tua, donatur, dan institusi lain. “Kami semua ikut berpartisipasi. Termasuk saya sebagai kepala sekolah dan juga Dandim,” lanjutnya.
Daniel menyatakan, begitu menerima laporan dari orang tua mengenai iuran siswa yang memberatkan, ia langsung mengambil tindakan. “Saya minta guru kesiswaan menelusuri laporan itu. Ternyata, setiap kelas memiliki iuran yang jumlahnya berbeda,” ujarnya.
Menurut Daniel, iuran tersebut digunakan untuk keperluan pribadi kelas masing-masing, seperti jaket dan souvenir perpisahan. Namun, karena ada keberatan dari orang tua, ia memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut.
“Saya sudah minta ketua kelas, bendahara, dan wali kelas untuk mengembalikan sisa uang yang tidak digunakan. Bahkan, saya pribadi menjamin pengembalian itu dengan dana pinjaman dari koperasi sekolah,” jelasnya.
Wali Kelas 9D, SM, turut hadir dalam konferensi tersebut dan memberikan keterangan. Ia mengatakan bahwa dana sebesar Rp360 ribu dikumpulkan sejak Agustus 2024. Dana itu direncanakan untuk membeli jaket dan biaya acara perpisahan.
“Saya memesan jaket seharga Rp185 ribu per buah. Namun, sisa dana lainnya sudah dikembalikan kepada siswa sesuai instruksi kepala sekolah,” ungkapnya.
SM mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan dana siswa. Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak terkait dengan agenda resmi sekolah. “Kami hanya mendukung inisiatif siswa selama tidak melanggar aturan dan tidak memberatkan orang tua,” tambahnya.
Daniel mengakhiri klarifikasi dengan menegaskan bahwa seluruh kegiatan sekolah yang melibatkan dana dilakukan secara transparan. Ia berkomitmen untuk menjaga kepercayaan orang tua dan masyarakat.
“Pentas seni akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Jadwalnya kemungkinan setelah tanggal 10 Mei. Dana kegiatan sepenuhnya berasal dari donatur dan bukan pungutan siswa,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pentas seni sudah menjadi agenda tahunan SMPN 2 Tarutung. Namun, dana kegiatan tersebut tidak pernah diambil dari iuran pribadi siswa.
Sekolah akan terus meningkatkan komunikasi dengan orang tua guna menghindari kesalahpahaman serupa. Kepala sekolah berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.(Tim)

































