ATAPKOTA.COM – Mengasihi musuh bukanlah tugas ringan. Itu bukan sekadar tindakan moral, tetapi revolusi batin yang mengguncang langit dan bumi. Dunia memuja pembalasan, tetapi Kristus mengajarkan kasih di atas luka, ampunan di atas penghianatan. Di saat darah-Nya menetes di kayu salib, Ia tidak memaki, tidak mengutuk, tidak mengeluh. Ia berdoa,
“Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
(Lukas 23:34)
Kasih semacam itu bukan dari bumi — itu api surgawi yang membakar kebencian dan menyalakan terang di tengah gelap. Kasih itu menembus logika manusia, melampaui batas pengertian, dan menjungkirbalikkan hukum dunia yang berkata, “Balaslah dendam!”
Ketika kita memilih mengasihi, kita sebenarnya sedang mematahkan rantai setan yang membelenggu jiwa. Dendam adalah penjara yang tidak terlihat, tetapi nyata menggerogoti hati. Namun kasih membebaskan. Saat kita mengampuni, kita menghancurkan benteng kegelapan yang dibangun oleh kebencian.
Tuhan tidak meminta kita menyukai perbuatan musuh. Ia tahu itu mustahil bagi daging manusia. Ia hanya meminta satu hal: jangan balas keburukan dengan keburukan. Sebab setiap kali kita berdoa bagi orang yang melukai kita, kita menyalakan lilin kecil di tengah malam dunia. Dan percayalah, satu lilin cukup untuk menyingkirkan ribuan bayangan.
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
(Matius 5:44)
Hari ini, jika hatimu masih menyimpan nama seseorang yang pernah menusukmu dengan kata atau perbuatan, berlututlah di hadapan Tuhan. Sebut namanya, bukan untuk mengutuk, tetapi untuk menyerahkan. Katakan dengan iman:
“Aku melepaskannya, Tuhan, sebagaimana Engkau telah melepaskanku.”
Dan saat kata itu keluar dari hatimu, surga pun bergemuruh, rantai-rantai gelap patah, dan damai sejahtera mulai bertunas di dalam jiwamu.
Kasih kepada musuh bukan kelemahan, itu mahkota kekuatan surgawi. Siapa yang mampu mengasihi di tengah luka, dialah pemenang sejati. Sebab kasih seperti itu bukan lahir dari manusia, tetapi dari Allah sendiri, Sang Sumber Kasih yang mengubah racun menjadi madu dan air mata menjadi kemuliaan.
Ayat Peneguhan
“Janganlah kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” (Roma 12:21)
————
Oleh : Tim Redaksi atapkota.

































