ATAPKOTA.COM, SURAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri prosesi Tingalan Jumenengan Dalem ke-4 Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X di Pura Mangkunegaran, Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 27 Januari 2026.
Kehadiran Wakil Presiden dalam agenda budaya tersebut dibaca sebagai sinyal dukungan pemerintah terhadap pelestarian warisan kebudayaan Nusantara. Pemerintah menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar penguatan jati diri bangsa, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pandangan Wakil Presiden, tradisi Tingalan Jumenengan Mangkunegaran merepresentasikan praktik pelestarian budaya yang tidak bersifat eksklusif. Tradisi tersebut dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan akar nilai historisnya.
Setibanya di lokasi acara, Wakil Presiden bersama Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming disambut Ketua Panitia Tingalan Jumenengan G.R.Aj. Ancillasura Marina, KRMT. Nugroho Hari Sasongko, serta Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang hadir bersama Ibu Venessa Winastesia.
Rangkaian prosesi dimulai dengan kirab prajurit atau Royal Defile, dilanjutkan penampilan tari sakral Bedhaya Anglir Mendhung yang diiringi klenengan gamelan. Sejumlah seniman dan akademisi turut ambil bagian, termasuk R.Ngt.T. Dr. Peni Candra Rini yang mempersembahkan karya artistik berbasis tradisi.
Dalam sabda dalem, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X merefleksikan Pura Mangkunegaran sebagai ruang hidup kebudayaan yang memiliki fungsi sosial, bukan sekadar peninggalan historis.
“Semoga Mangkunegaran bukan hanya sekadar wadah fisik, bangunan, dan tembok, tetapi menjadi tempat kita dapat merasakan arti rumah yang sesungguhnya,” ujar Mangkoenagoro X.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak atas dukungan yang diterima selama empat tahun masa kepemimpinannya.
“Selama empat tahun ini, Bapak dan Ibu telah memberikan doa, harapan, dan dukungan. Atas hal tersebut, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” tuturnya.
Pelaksanaan Tingalan Jumenengan tahun ini menegaskan posisi Mangkunegaran sebagai pusat kebudayaan yang berupaya selaras dengan dinamika sosial. Sekitar 500 peserta terlibat dalam rangkaian kirab dan kegiatan pendukung, termasuk pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), komunitas budaya, serta warga di sekitar kawasan Pura Mangkunegaran.
Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, Wakil Presiden meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda kerja berikutnya di Jakarta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Duta Besar Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen, tokoh masyarakat, budayawan, serta jajaran pemerintah daerah.(AK1)

































