ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (29/9/2026). Festival tersebut berlangsung selama empat hari hingga Jumat (2/10/2026).
FSQ 2026 mengusung tema “Dengan Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026, Mari Kita Bangun Sumber Daya Manusia melalui Pelestarian Seni Budaya Islam Sejak Dini.”
Kegiatan ini diikuti 626 peserta yang berasal dari 25 kecamatan. Peserta terdiri atas 280 putra dan 346 putri. Mereka mengikuti tiga cabang perlombaan, yakni Rebana Klasik, Bintang Vokalis dan Pop Religi. Peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Asahan pada FSQ tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan Mohammad Azmy Ismail, A.P., M.Si., dalam laporan panitia menyampaikan bahwa FSQ merupakan program yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
Pelaksanaan FSQ Kabupaten Asahan 2026 berpedoman pada Keputusan Bupati Asahan Nomor 100.3.3.2-90.2-1.3 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara, Dewan Pengawas, Dewan Juri dan Panitera Festival Seni Qasidah Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Taufik mengatakan FSQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat hasil pembinaan seni qasidah yang dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa atau kelurahan hingga kabupaten.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan semangat dan menampilkan kemampuan terbaik. Menurut Taufik, momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan para peserta untuk saling mengenal serta membangun hubungan baik dengan sesama peserta yang memiliki minat dan bakat serupa.
Taufik juga mengaitkan pelaksanaan FSQ dengan visi Pemerintah Kabupaten Asahan, yakni “Terwujudnya Kabupaten Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju dan Berkelanjutan.” Ia mengatakan nilai religius diwujudkan melalui kemampuan masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama sesuai tuntunan masing-masing.
“Khususnya kita umat Islam, Seni Qasidah merupakan salah satu indikator keberhasilan dari visi yang telah ditetapkan,” kata Taufik, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Pemkab Asahan.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak mendukung pelaksanaan FSQ sebagai bagian dari upaya pengembangan seni budaya Islam sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Asahan.
Pembukaan festival ditandai dengan penabuhan rebana oleh Bupati Asahan bersama unsur Forkopimda dan undangan. Sebelumnya, rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars LASQI, laporan panitia, baiat Dewan Juri, serta pelantikan Dewan Pengawas, Dewan Juri dan Panitera FSQ. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Sejumlah unsur pemerintahan dan Forkopimda turut menghadiri pembukaan, termasuk Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, perwakilan Kejaksaan Negeri Asahan, Polres Asahan, Kodim 0208/Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan, Yonif 126/Kala Cakti, para asisten dan kepala OPD, camat, perwakilan BUMD dan BUMN, Ketua MUI Asahan, Ketua Imtaq Asahan, dewan pengawas, dewan juri, panitera, tokoh agama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.(AP/red)

































