ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah strategis untuk menekan inflasi dengan melakukan intervensi harga cabai merah. Sebanyak 50 ton cabai merah didatangkan dari Jawa untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Cabai merah tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 55.000 per kilogram. Pengiriman dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 11 ton sudah tiba di Medan, Sabtu (18/10/2025) malam. Tahap kedua sebanyak 22 ton dan tahap ketiga 17 ton segera menyusul.
“Diharapkan setelah kita intervensi, harga cabai akan terkendali,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, saat menerima kedatangan tahap pertama cabai di Pasar Lau Cih, Medan.
Turut hadir Kepala Dinas Perindag ESDM Provinsi Sumut Fitra Kurnia dan Kompol P. Siallagan dari Satgas Pangan Polda Sumut yang ikut mengawal distribusi.
Distribusi cabai difokuskan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, dua daerah dengan kontribusi inflasi tertinggi di Sumut. Beberapa titik distribusi meliputi Pasar Induk Lau Cih, Pasar MMTC, Pasar Sei Sikambing, Pusat Pasar, dan Pasar Sukaramai, serta sejumlah pasar di Deliserdang.
Kolaborasi pengadaan dilakukan melalui BUMD Pemprov Sumut, yaitu PT Dhirga Surya, PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ), serta PT Pembangunan Prasarana Sumut.
Langkah ini menjadi tindak lanjut instruksi Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk menstabilkan harga bahan pangan utama penyumbang inflasi.
“Kami telah ke beberapa daerah untuk mencari stok cabai merah. Setelah mendapatkan pasokan, kami diamanatkan menjual sesuai HET, Rp55.000 per kilogram,” kata Direktur PT Dhirga Surya, Ari Wibowo.
Agar distribusi cabai intervensi berjalan lancar, Satgas Pangan Polda Sumut turut melakukan pengawasan dan pengawalan di lapangan. Upaya ini memastikan harga cabai merah di tingkat konsumen tetap terkendali dan tidak melebihi HET.
Dengan langkah intervensi ini, Pemprov Sumut berharap inflasi akibat lonjakan harga cabai dapat ditekan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. (RAP)


































