Prabowo: Uang Korupsi Rp 13 Triliun Bisa Bangun 600 Kampung Nelayan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 20:49 WIB

40196 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) atas keberhasilan mengembalikan uang negara senilai Rp 13,25 triliun. Uang pengganti tersebut berasal dari perkara korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Dalam sambutannya di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025, Presiden menegaskan bahwa nilai besar itu harus dikelola dengan bijak. Menurutnya, dana tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Rp 13 triliun ini bisa kita gunakan untuk memperbaiki lebih dari 8.000 sekolah. Jika kita bangun kampung nelayan, satu kampung berbiaya Rp22 miliar. Artinya, kita dapat membangun sekitar 600 kampung nelayan,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan, pembangunan desa nelayan modern menjadi prioritas nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 desa nelayan dengan fasilitas lengkap hingga akhir 2026. Langkah ini, katanya, akan memperkuat perekonomian pesisir yang selama puluhan tahun terabaikan.

Lebih jauh, Prabowo menyoroti praktik korupsi di sektor sumber daya alam yang menurutnya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa. Ia mencontohkan kasus penyelundupan timah di Bangka Belitung yang menimbulkan kerugian hingga Rp40 triliun per tahun dan telah berlangsung hampir dua dekade.

“Praktik tambang ilegal, under invoicing, dan miss invoicing adalah bentuk penipuan terhadap bangsa sendiri. Kerugian bisa mencapai Rp800 triliun selama 20 tahun,” tegasnya.

Presiden menutup pidatonya dengan ajakan memperkuat kerja sama lintas lembaga. Ia menilai keberhasilan Kejagung menjadi bukti bahwa komitmen antikorupsi harus terus dijaga agar hasil pembangunan benar-benar kembali untuk rakyat. (RAP)

Berita Terkait

Di Balik Sukses PRAPORA 2026, Tgk Ali Akbar Dinilai Jadi Motor Penggerak Tarung Derajat Aceh
Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Tegaskan Perang terhadap Korupsi dan Kebocoran Anggaran
Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Dorong Konektivitas hingga Pelosok
Prabowo Tinjau Infrastruktur di Sampang dan Hadiri Munas–Konbes NU di Bangkalan
Pemprov Sumut Targetkan PPID Raih Predikat Informatif pada 2026
Bobby Nasution Terima Audiensi Wali Kota Padangsidimpuan, Bahas Huntap hingga Infrastruktur Jalan
Urus PKH dan BPNT Lebih Mudah, Warga Medan Bisa Ajukan Bansos Langsung dari Ponsel
Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata pada Ekonomi Masyarakat Danau Toba

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:21 WIB

Di Balik Sukses PRAPORA 2026, Tgk Ali Akbar Dinilai Jadi Motor Penggerak Tarung Derajat Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:10 WIB

Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Tegaskan Perang terhadap Korupsi dan Kebocoran Anggaran

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Dorong Konektivitas hingga Pelosok

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:55 WIB

Prabowo Tinjau Infrastruktur di Sampang dan Hadiri Munas–Konbes NU di Bangkalan

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:45 WIB

Pemprov Sumut Targetkan PPID Raih Predikat Informatif pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15 WIB

Urus PKH dan BPNT Lebih Mudah, Warga Medan Bisa Ajukan Bansos Langsung dari Ponsel

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata pada Ekonomi Masyarakat Danau Toba

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:40 WIB

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Resmi Beroperasi

Berita Terbaru