Di KTT ASEAN Cebu, Prabowo Serukan Penguatan Jaringan Energi dan Ketahanan Pangan Kawasan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:51 WIB

40257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, 7 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, 7 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM, CEBU – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak negara-negara ASEAN mempercepat penguatan ketahanan energi dan pangan kawasan di tengah meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan geopolitik internasional.

Seruan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan mendesak yang harus dihadapi bersama oleh negara-negara kawasan.

Menurut Presiden, situasi geopolitik global, termasuk ketidakstabilan di Timur Tengah, membuat isu energi tidak lagi sekadar persoalan jangka panjang, tetapi telah menjadi kebutuhan yang membutuhkan respons cepat.

“Ketahanan energi menjadi salah satu isu utama yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan geopolitik, persoalan ini membutuhkan langkah konkret dan segera,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menilai kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, hingga tenaga angin yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia mendorong negara-negara anggota untuk memaksimalkan potensi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional, tetapi juga mendukung transisi energi ASEAN secara lebih luas.

“Potensi yang dimiliki kawasan ini sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kita bergerak dan memanfaatkannya untuk mendukung kebutuhan energi kawasan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya langkah konkret dalam pengembangan energi bersih, termasuk percepatan proyek tenaga air di Borneo, pengembangan energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir.

Presiden turut menyampaikan sejumlah langkah yang tengah dilakukan Indonesia dalam mempercepat transisi energi nasional, termasuk pengembangan pembangkit tenaga surya.

“Indonesia sedang mempercepat transisi energi dan membangun kapasitas energi surya dalam skala besar. Kawasan BIMP-EAGA memiliki peluang besar untuk berkembang bersama,” ujar Presiden.

Selain energi, Presiden Prabowo menilai penguatan konektivitas subkawasan juga menjadi faktor penting dalam mendukung distribusi energi dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Ia mendorong peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi antarwilayah dapat berjalan lebih efisien.

Menurut Presiden, pengembangan berbagai proyek strategis tersebut membutuhkan dukungan pendanaan, penguatan keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan mitra pembangunan regional.

“Kita membutuhkan dukungan pembiayaan, penguatan kapasitas teknis, dan kemitraan yang lebih dalam agar agenda ini dapat berjalan optimal,” katanya.

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, isu ketahanan pangan juga menjadi perhatian mendasar bagi negara-negara BIMP-EAGA.

Menurutnya, kemampuan menjaga pasokan pangan dan stabilitas masyarakat akan menjadi penentu ketahanan kawasan di tengah perubahan global yang terus berkembang.

“Ketahanan pangan juga merupakan isu fundamental yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara kawasan,” ucap Presiden.

Dari Cebu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan kawasan menjaga stabilitas energi, pangan, dan kesejahteraan masyarakatnya. (Edo/red)

Berita Terkait

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Ameriza Ma’ruf Moesa Dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut, Ini Harapan Pemkab Samosir
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba
Pekan Budaya Medan 2026 Resmi Dibuka, Rico Waas Main Gendang Melayu Deli
Cegah Kejahatan Jalanan, Polsek Dolok Pardamean Intensifkan Patroli Blue Light

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Ameriza Ma’ruf Moesa Dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut, Ini Harapan Pemkab Samosir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pekan Budaya Medan 2026 Resmi Dibuka, Rico Waas Main Gendang Melayu Deli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Cegah Kejahatan Jalanan, Polsek Dolok Pardamean Intensifkan Patroli Blue Light

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Perdagangan

Berita Terbaru