Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

4042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Dua warga asal Sumatera Barat, Jon Rizal Tanjung (58), warga Lubuk Alung, dan Safriadi (47), warga Lubuk Benturun, nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah mobil yang mereka tumpangi terlibat insiden dengan sebuah angkutan kota dan aksi kejar-kejaran di sejumlah ruas jalan Kota Pematangsiantar, Jumat (21/8/2026).

Peristiwa tersebut berakhir di kawasan Jalan Gereja, Simpang Empat, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan. Keduanya kemudian diamankan petugas kepolisian guna mencegah terjadinya tindakan kekerasan oleh warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Safriadi merupakan pengemudi mobil minibus warna silver dengan nomor polisi BK 1827 JN. Ia bersama Jon Rizal Tanjung diketahui dalam perjalanan dari Tebing Tinggi menuju Kabupaten Toba.

Saat memasuki Kota Pematangsiantar, mobil tersebut diduga bersenggolan dengan angkutan kota Koperasi Beringin bernomor polisi BK 1127 UW yang dikemudikan seorang pria bermarga Tampubolon.

Insiden tersebut kemudian berlanjut dengan cekcok antara kedua pengemudi.

Safriadi mengakui sempat terlibat cekcok dengan sopir angkot sebelum kemudian kembali menjalankan kendaraannya.

“Kami sempat cekcok dengan sopir angkot, Bang. Setelah itu saya mengemudikan mobil dan sempat terjadi kejar-kejaran dengan angkot,” ujar Safriadi saat ditemui di Satlantas Polres Pematangsiantar.

Menurut Safriadi, dirinya kemudian memacu kendaraan karena merasa takut setelah dikejar angkot.

Ia juga mengaku menyesali kejadian tersebut, terutama karena adanya dugaan pengguna jalan lain yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Saya salah, Bang, karena banyak yang menjadi korban. Karena ketakutan akibat dikejar mobil angkot tersebut,” katanya.

Sementara itu, sopir angkot bermarga Tampubolon membenarkan adanya perselisihan setelah kedua kendaraan bersenggolan.

Menurutnya, kejadian awal berlangsung di kawasan Jalan SKI. Setelah terjadi adu mulut dan nyaris terjadi perkelahian, mobil silver tersebut kemudian meninggalkan lokasi.

“Setelah terjadi adu mulut dan nyaris berkelahi, sopir mobil silver langsung melarikan diri. Karena tidak terima mobil angkot saya ditabrak, saya langsung mengejarnya,” ujar Tampubolon.

Ia menyebut aksi kejar-kejaran kemudian berlangsung dari kawasan Jalan SKI menuju pusat Kota Pematangsiantar hingga Jalan Merdeka.

Tampubolon juga mengaku memberi informasi kepada sejumlah pengemudi angkot lainnya mengenai kendaraan yang dikejarnya karena menduga mobil tersebut telah menabrak pengguna jalan lain.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku turut melihat dan mengejar mobil tersebut juga menceritakan kronologi yang diketahuinya.

Menurutnya, mobil silver tersebut sempat melaju dari arah Parluasan menuju kawasan Jalan Sudirman.

“Dikejar angkot tadi, Bang. Mobil tersebut datang dari arah Parluasan. Di sekitar Mi Gacoan Jalan Sudirman, main tabrak saja dia. Sampai ada seorang bapak yang terukur tadi, Jadi saya kejar naik kereta. Ramai yang mengejar sambil teriak-teriak dan klakson,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menyebut kendaraan tersebut kemudian bergerak ke sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Pane, menuju kawasan SMP Negeri 12 hingga Simpang Empat.

Mobil tersebut disebut sempat berputar di kawasan bundaran Simpang Empat sebelum kembali bergerak menuju arah SKI.

“Sempat lawan arah pula tadi, masuk ke Jalan Pane, lalu tembus ke SMP 12 dan Simpang Empat. Sempat mutar di bundaran Simpang Empat, lanjut menuju arah SKI. Di depan Cafe Blue Diamond, diserempet mobil itu ke pinggir dan diamuk massa,” katanya.

Namun, keterangan tersebut masih merupakan kesaksian warga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Kejar-kejaran akhirnya berhenti ketika mobil silver yang dikemudikan Safriadi melintas dari Jalan Gereja menuju Jalan SKI, tepatnya di depan cafe blue Diamond.

Mobil tersebut kemudian diserempet angkutan kota GMSS Jaya yang dikemudikan seorang pria bermarga Napitu.

Akibat benturan tersebut, mobil silver terdorong ke sisi kiri badan jalan dan berhenti.

Situasi kemudian memanas. Sejumlah pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi mendekati kendaraan tersebut. Kedua penumpang mobil nyaris menjadi sasaran amukan massa.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi kemudian bergerak mengamankan Safriadi dan Jon Rizal Tanjung guna mencegah terjadinya tindakan kekerasan.

Keduanya selanjutnya dibawa menggunakan kendaraan petugas menuju Polres Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk jumlah kendaraan yang diduga terdampak, ada atau tidaknya korban luka, serta status hukum Safriadi dan Jon Rizal Tanjung.

Polisi juga perlu memastikan rangkaian kejadian berdasarkan keterangan seluruh pihak, saksi di lokasi, kondisi kendaraan, serta bukti lain yang tersedia, termasuk rekaman kamera pengawas apabila ada.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan fakta sebenarnya dalam peristiwa yang sempat memicu kerumunan dan hampir berujung pada aksi main hakim sendiri tersebut.

Sementara, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar, AKP Simon Simatupang, saat dikonfirmasi oleh redaksi atapkota.com melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

 

Laporan : Andrew Panjaitan-atapkota.

Berita Terkait

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana
Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru