Budaya Menabung Didorong Sejak Sekolah, Pemprov Sumut Soroti Risiko Pinjaman Ilegal dan Penipuan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:20 WIB

4025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya, bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut Triyoga Laksito, memberikan buku tabunagn secara simbolis kepada para siswa pada acara Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) tahun 2026 dalam bentuk kegiatan Edukasi Keuangan kepada pelajar tingkat SD, SMP dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan II Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (19/8/2026)

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya, bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut Triyoga Laksito, memberikan buku tabunagn secara simbolis kepada para siswa pada acara Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) tahun 2026 dalam bentuk kegiatan Edukasi Keuangan kepada pelajar tingkat SD, SMP dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan II Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (19/8/2026)

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong penguatan budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang disiplin dalam mengelola keuangan. Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumut Surya saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Flamboyan, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).

Surya menilai kebiasaan menabung bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, tetapi dapat menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan.

Menurutnya, anak-anak tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung. Kebiasaan tersebut dapat dibangun melalui nominal kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Menabung mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan itulah tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Menabung tidak perlu menunggu uang banyak, bisa dimulai dari jumlah kecil secara rutin,” ujar Surya.

Surya juga menyoroti pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap sektor keuangan.

Ia mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam bahan yang disampaikan, indeks literasi keuangan nasional tercatat 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Menurut Surya, semakin luas akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus diikuti dengan peningkatan kemampuan memahami risiko dan karakteristik produk keuangan.

Hal tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kemampuan mengenali berbagai risiko seperti penipuan keuangan, investasi ilegal, dan pinjaman daring ilegal.

Penguatan literasi keuangan juga dilakukan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumut.

Sepanjang 2025, TPAKD Sumut mencatat realisasi 3.516 rekening pelajar melalui Program Siswa Teladan yang menyasar 10 sekolah. Program edukasi literasi keuangan juga dilaksanakan di 23 kabupaten/kota dengan jumlah peserta mencapai 23.414 pelajar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan mulai diarahkan tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada kelompok usia sekolah.

Namun, perluasan akses rekening pelajar tetap perlu diiringi edukasi mengenai cara menggunakan layanan perbankan secara aman, termasuk perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi digital.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Merdiansyah mengatakan pihaknya mendukung penguatan literasi keuangan melalui produk Simpanan Pelajar (Simpel).

Hingga Agustus 2026, Bank Sumut mencatat telah melaksanakan 155 kegiatan literasi keuangan di 143 sekolah, mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Kegiatan tersebut didukung 68 kantor cabang.

Heru mengatakan program Simpel tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan produk tabungan kepada pelajar, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan layanan perbankan formal dan membangun kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab.

“Bagi Bank Sumut, Simpel bukan hanya produk tabungan, tetapi sarana mengenalkan anak-anak pada layanan perbankan formal sekaligus membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap keuangan,” jelas Heru.

Ke depan, materi edukasi akan diperluas dengan pengenalan layanan keuangan digital, QRIS, serta keamanan dalam bertransaksi.

Kepala OJK Provinsi Sumut Triyoga Laksito menyampaikan bahwa perluasan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi.

Dalam paparannya, Triyoga menyebut tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 88,7 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada pada angka 65,43 persen. OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 90 persen dalam waktu dekat dan 98 persen pada 2045.

OJK juga mendorong Gerakan Nasional KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) sebagai bagian dari upaya memperluas akses rekening bagi peserta didik.

Menurut Triyoga, rekening pelajar juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sistem keuangan formal kepada generasi muda.

“Melalui gerakan nasional KEJAR, OJK secara nasional telah memfasilitasi pembukaan puluhan juta rekening edukasi pelajar,” kata Triyoga.

Momentum Hari Indonesia Menabung tersebut juga berlangsung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, yang memiliki karakteristik peserta didik berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya.

Kepala Sekolah SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Maragoti, mengatakan sekolah tersebut melayani 434 murid jenjang SD dan SMP dengan total 569 warga sekolah.

Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Maragoti menjelaskan, pihak sekolah tidak membuka pendaftaran secara umum, tetapi melakukan penjangkauan terhadap anak-anak yang menghadapi berbagai kondisi rentan, termasuk mereka yang berisiko putus sekolah.

“Kami tidak membuka pendaftaran umum, tetapi menjangkau langsung anak-anak yang terancam putus sekolah, anak rentan secara psikososial, hingga anak-anak yang butuh pembinaan khusus,” ungkap Maragoti.

Ia menilai pendidikan bagi anak-anak tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar mereka tetap memperoleh kesempatan mengembangkan potensi dan merencanakan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Maragoti juga menceritakan perjuangan salah seorang siswanya, Muhammad Rizky Pratama, yang disebut berasal dari Belawan.

Menurut Maragoti, Rizky memiliki semangat untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan ikan. Kegigihan tersebut kemudian mendapat perhatian hingga ia memperoleh undangan khusus dari Presiden RI untuk menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Kisah tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan dan pembentukan karakter tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga dengan kemampuan anak menghadapi kondisi kehidupan dan membangun kemandirian.

Pada akhirnya, penguatan budaya menabung di kalangan pelajar perlu ditempatkan sebagai bagian dari pendidikan kecakapan hidup. Tidak cukup hanya membuka rekening, generasi muda juga perlu memahami cara mengelola uang, mengenali risiko transaksi digital, menjaga data pribadi, serta membedakan layanan keuangan resmi dan ilegal.(AP/red)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut
8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG
Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun
Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026
Seskab Teddy: 253 Ton Logistik Telah Dikirim untuk Warga Terdampak Bencana di NTT
Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat
Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:53 WIB

8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:30 WIB

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Polisi Cilik Binaan Polres Simalungun Raih Perhatian Bupati Lewat Aksi Baris-Berbaris

Berita Terbaru