ATAPKOTA.COM, BIREUEN – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara spontan menghentikan kendaraannya di depan SD Negeri 11 Jangka, Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, saat dalam perjalanan menuju Jembatan Teupin Mane, Kamis (6/8/2026).
Gibran sebelumnya baru selesai meninjau SD Negeri 7 Jangka. Ketika rombongan melintas di depan SD Negeri 11 Jangka, sejumlah siswa yang berada di sisi jalan menarik perhatian Wapres hingga kendaraan yang ditumpanginya berhenti.
Gibran kemudian turun dari kendaraan bersama rombongan untuk menyapa para siswa dan membagikan buku. Kehadiran Wapres secara mendadak itu langsung mendapat sambutan antusias dari siswa dan guru.
Interaksi berlangsung dalam suasana hangat. Para siswa tampak gembira ketika menerima buku yang dibagikan Gibran.
Di tengah kunjungan singkat tersebut, Kepala SD Negeri 11 Jangka, Nuraini Ibrahim, menyampaikan kondisi sekolah kepada Gibran.
Nuraini melaporkan bahwa sekolahnya membutuhkan perbaikan setelah terdampak banjir bandang pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas pendidikan yang rusak dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar.
Mendengar laporan tersebut, Gibran meminta jajaran terkait mengecek langsung kondisi SD Negeri 11 Jangka serta mengidentifikasi kebutuhan perbaikannya.
Wapres juga meminta pihak terkait mencari solusi yang memungkinkan penanganan sekolah dapat ditindaklanjuti, termasuk dengan melihat kemungkinan dukungan anggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Arahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana turut menjadi perhatian dalam rangkaian kunjungan Wapres di Kabupaten Bireuen.
Kunjungan spontan ke SD Negeri 11 Jangka memperlihatkan bagaimana agenda perjalanan Wapres dapat menjadi kesempatan untuk menerima langsung laporan mengenai kondisi fasilitas pendidikan dari masyarakat di lapangan.
Namun, tindak lanjut atas laporan tersebut masih menjadi bagian penting yang perlu dikawal. Pemeriksaan kondisi bangunan, identifikasi kerusakan, kebutuhan anggaran, serta mekanisme perbaikan perlu dilakukan sebelum dapat dipastikan kapan pekerjaan renovasi akan dimulai.
Bagi para siswa, kehadiran Wapres dan perhatian terhadap kondisi sekolah menjadi momen tersendiri. Di sisi lain, kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah tetap memerlukan tindak lanjut konkret agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman dan layak.
Pemerintah diharapkan memastikan proses pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana tidak berhenti pada kunjungan dan penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut pada langkah penanganan yang terukur dan dapat dipantau masyarakat.(RE/red)































