ATAPKOTA.COM, NIAS UTARA – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara dengan alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan kelapa sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan bagi petani setempat, sebagaimana disampaikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara, Jumat (7/8/2026).
Rumah produksi tersebut direncanakan memiliki sejumlah fasilitas pengolahan kelapa, antara lain mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, mesin pemilah, serta peralatan pendukung lainnya.
Selain mengolah kelapa menjadi kopra, fasilitas tersebut juga akan diarahkan untuk memproduksi arang dari batok kelapa. Pengembangan berbagai produk turunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa yang selama ini menjadi salah satu potensi pertanian Nias Utara.
Berdasarkan data Bapperida Sumut yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pembangunan rumah produksi kelapa dialokasikan sekitar Rp2 miliar dan direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026.
Pembangunan rumah produksi kelapa menjadi bagian dari arah pengembangan Kepulauan Nias yang disusun Pemprov Sumut. Pemerintah provinsi menetapkan tiga fokus pembangunan, yakni penguatan sentra perekonomian, sentra produksi, dan sektor pariwisata.
Dalam kerangka tersebut, Nias Utara diarahkan menjadi salah satu wilayah pengembangan sentra produksi di Kepulauan Nias.
Bobby mengatakan Pemprov Sumut juga meningkatkan alokasi anggaran pembangunan untuk Kepulauan Nias dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan dari seluruh anggaran kami kurang lebih Rp250 miliar sampai Rp300 miliar. Tahun ini kami tingkatkan hampir menjadi Rp500 miliar untuk Kepulauan Nias,” kata Bobby.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peningkatan alokasi pembangunan untuk kawasan Kepulauan Nias. Namun, besaran anggaran yang secara khusus dialokasikan untuk Nias Utara perlu diperjelas agar publik dapat mengetahui porsi anggaran yang benar-benar masuk ke daerah tersebut.
Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi besar di wilayahnya. Ia menyambut rencana pembangunan rumah produksi karena fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan potensi kelapa masyarakat.
“Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa. Di wilayah ini, hamparan tanaman kelapa cukup luas. Tahun 2026 banyak program Pak Gubernur di Nias Utara, salah satunya rumah produksi kelapa dan pembangunan beberapa ruas jalan,” kata Amizaro.
Menurut Amizaro, pengembangan sektor kelapa perlu didukung dengan fasilitas pengolahan agar masyarakat tidak hanya menjual hasil perkebunan dalam bentuk bahan mentah.
Jika rumah produksi tersebut berjalan sesuai rencana, fasilitas pengolahan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang pengembangan produk turunan kelapa.
Kedatangan Gubernur Sumut ke Lauru Fadoro juga menjadi kesempatan bagi masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di daerah mereka.
Salah seorang warga, Bakti Adil Waruwu, mengaku terharu dapat bertemu langsung dengan Gubernur Sumut. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap potensi ekonomi dan pariwisata Nias Utara terus berlanjut.
“Kami terharu, setelah 80 tahun Indonesia merdeka baru kali ini kami bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara,” kata Bakti.
Rencana rumah produksi kelapa tersebut kini menjadi salah satu program yang dinantikan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, fasilitas dapat digunakan secara optimal, serta hasil olahan kelapa mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar.(AP/red)































