Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN di Istana, dari Teknologi Air hingga Satelit

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:08 WIB

4041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Peninjauan tersebut berlangsung sebelum Presiden bertemu dengan sekitar 150 periset BRIN untuk melihat perkembangan teknologi yang dikembangkan dalam berbagai sektor strategis.

Kepala BRIN Arif Satria mendampingi Prabowo dalam peninjauan sejumlah stan yang menampilkan inovasi di bidang energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, hingga teknologi pengolahan air.

Dalam kegiatan tersebut, Prabowo berdialog dengan para periset dan menanyakan sejumlah aspek terkait teknologi yang ditampilkan, termasuk potensi penerapannya untuk mendukung kebutuhan nasional.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada Presiden adalah unit pengolahan air darurat. Menurut pemaparan BRIN, teknologi tersebut dapat mengolah air banjir, air payau, air tanah, dan air sungai menjadi air siap minum.

Prabowo juga mencoba hasil pengolahan air tersebut. BRIN menyebut teknologi itu telah digunakan dalam sejumlah operasi penanganan bencana dan penyediaan air bersih.

Dalam pemaparannya, Arif Satria menjelaskan sejumlah pengembangan teknologi yang dilakukan BRIN di berbagai sektor.

Di bidang energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF). Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

Arif menyebut berdasarkan perhitungan awal, teknologi tersebut berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

“Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG,” ujar Arif.

Angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan perhitungan awal yang disampaikan BRIN. Karena itu, besaran penghematan aktual masih bergantung pada penerapan teknologi, skala penggunaan, serta faktor ekonomi dan kebijakan lainnya.

Pada sektor kedirgantaraan, BRIN memaparkan pengembangan teknologi mulai dari desain pesawat, wahana nirawak, hingga satelit penginderaan jauh.

Menurut Arif, pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi. Sementara itu, satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027.

Satelit tersebut diproyeksikan mendukung kebutuhan data nasional, antara lain untuk sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim.

BRIN menyebut efisiensi biaya misi NEO-1 diperkirakan mencapai sekitar 71,9 persen dibandingkan misi sejenis. Namun, materi yang tersedia belum menjelaskan basis pembanding dan metode penghitungan angka efisiensi tersebut.

Di bidang pertahanan dan keamanan, BRIN menampilkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap. Menurut pemaparan BRIN, wahana tersebut memiliki kemampuan terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pemantauan, survei, pemetaan, serta pengawasan wilayah.

BRIN juga memaparkan pengembangan teknologi transportasi dan ketahanan pangan, termasuk kendaraan listrik, teknologi kapal, mesin berbahan bakar fleksibel, serta teknologi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah kapal nelayan bertenaga listrik. BRIN menyebut teknologi tersebut berpotensi memangkas biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Pengembangan BRIN juga mencakup sektor kesehatan. Sejumlah teknologi yang dikembangkan meliputi vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, dan alat kesehatan.

Di sektor industri, BRIN mengembangkan sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal menggunakan teknologi One Piece Injection Molding. Menurut pemaparan BRIN, biaya produksinya berada di bawah Rp70 ribu.

BRIN juga mengembangkan smart insole yang ditujukan untuk sejumlah kebutuhan, antara lain rehabilitasi medis, olahraga, dan keselamatan kerja.

Selain itu, BRIN memaparkan pengembangan teknologi pengolahan mineral kritis, teknologi nuklir, rumah modular, teknologi pelindung pantai untuk Giant Sea Wall, pengelolaan sampah, serta desalinasi air.

Arif mengatakan penguasaan teknologi strategis diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi sendiri.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” kata Arif.

Di hadapan Presiden, Arif menekankan bahwa berbagai produk yang ditampilkan tidak berhenti sebagai hasil penelitian. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat.

Hal tersebut menjadi titik penting dalam pengembangan inovasi nasional. Sebab, keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan prototipe, tetapi juga oleh kemampuan menerapkan, memproduksi, dan memanfaatkannya secara luas.

Arif berharap dukungan pemerintah terhadap riset dan inovasi semakin memperkuat kemampuan teknologi nasional dalam mendukung agenda pembangunan.

“Dengan arahan dan dukungan Bapak Presiden, riset dan inovasi Indonesia akan semakin mampu mendukung pelaksanaan Asta Cita, mempercepat pencapaian prioritas nasional sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” tutur Arif.

Peninjauan tersebut sekaligus memperlihatkan luasnya bidang riset yang dikembangkan BRIN. Namun, tantangan berikutnya terletak pada pembuktian manfaat inovasi tersebut melalui penerapan nyata, skala produksi, efisiensi biaya yang terukur, serta pemanfaatan oleh masyarakat dan industri.(RE/red)

Berita Terkait

ALAMP AKSI Soroti IUP, E-Katalog, dan Dugaan Jual Beli Jabatan di Aceh
Grace Natalie Sagala Wakili Asahan di Indonesia Student Leadership Training 2026
APBN Sumut hingga Juni 2026: Pendapatan Rp 18,96 Triliun, Belanja Capai Rp 35,94 Triliun
Ketua TP PKK Asahan Serahkan Bantuan UMKM kepada Poklak Kelurahan Sentang
PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis K3 dan Pelayanan Prima
Pemkab Simalungun Pulihkan Fasilitas Umum di Serbelawan Pascabanjir
Bupati Asahan Pimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, 7.230 Bendera Disiapkan
Polda Sumut Bongkar Sindikat Online Scamming Internasional di Medan, Korban Rugi Rp 6,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Sekda Pematangsiantar Finalisasi Persiapan HUT ke-81 RI, Upacara hingga Festival Merah Putih Dimatangkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:30 WIB

Wakil Wali Kota Medan Hadiri Perayaan Hari Nasional Prancis, Perkuat Kerja Sama Bilateral

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:14 WIB

Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong di Lampung Timur, Soroti Harga hingga Impor Ubi Kayu

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:44 WIB

Samosir Terima Alokasi Dana TKD 38 Miliar, Bupati Vandiko Tegaskan Pengelolaan Tepat Sasaran

Senin, 13 Juli 2026 - 15:10 WIB

Buka MPLS 2026 di Binjai, Bobby Nasution Minta Siswa Hormati Guru dan Orang Tua

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:33 WIB

Kapolda Sumut Dukung Rakernas V MPK Indonesia di Tarutung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:14 WIB

Polres Batu Bara Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Tersangka Diamankan

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:55 WIB

Wali Kota Wesly Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS 2026, Tekankan Pentingnya Pendidikan Rohani Anak

Berita Terbaru