ATAPKOTA.COM, MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual di Sumut Smart Province, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (11/11/2025).
Rakor yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir tersebut diikuti seluruh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia bersama sejumlah kementerian terkait.
Agenda ini bertujuan memberikan perhatian terhadap daerah dengan tingkat inflasi tinggi serta membahas langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Beberapa strategi yang dibahas antara lain penguatan kerja sama antardaerah, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, serta operasi pasar murah untuk menekan lonjakan harga komoditas strategis.
“Upaya ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Inflasi yang terkendali menjaga daya beli masyarakat, mendukung iklim investasi, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujar Tomsi Tohir.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan bahwa inflasi tahun kalender (year to date) Oktober 2025 mencapai 2,10 persen, terutama dipengaruhi oleh komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
Target inflasi nasional tahun 2025 ditetapkan sebesar 1,5–3,5 persen. Hingga Oktober, terdapat empat provinsi dengan inflasi di atas 3,5 persen, yaitu Sumatera Barat, Riau, Aceh, dan Sulawesi Tengah. Adapun inflasi Sumut pada periode yang sama berada di angka 3,39 persen.
Amalia menambahkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah di Sumut menunjukkan tren penurunan, khususnya pada komoditas cabai merah, beras, dan bawang merah, dengan penurunan rata-rata 3,49 persen.
“Penurunan IPH di Sumut terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Kota Tebingtinggi, Batubara, Tapanuli Utara, dan Kota Tanjungbalai,” jelas Amalia.
Ia juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen (year on year), sedangkan Sumut mencatat pertumbuhan 4,55 persen pada periode yang sama.
Rakor tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta perwakilan dari Bulog, Bank Indonesia, dan perangkat daerah terkait. (AK1)


































