ATAPKOTA.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi transformasi Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, yang kini menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Wapres membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026, Jumat (20/06/2026).
Wapres mengungkapkan bahwa dirinya pernah meninjau lokasi RTP Borarsi pada November tahun sebelumnya, saat kawasan tersebut masih dalam tahap pembangunan. Kini, kawasan itu telah berubah menjadi ruang publik yang representatif untuk kegiatan nasional.
“November tahun lalu saya pernah ke sini, saat masih proses pembangunan. Sekarang saya senang bisa melihat tempat ini sudah difungsikan untuk event sebesar Pesparawi,” ujar Wapres.
Gibran menegaskan bahwa transformasi RTP Borarsi menjadi lokasi kegiatan nasional merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menyebut arah pembangunan nasional kini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, melainkan berbasis Indonesia sentris dengan Papua sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.
“Pembangunan tidak lagi Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Papua menjadi salah satu prioritas, mulai dari rumah sakit, sekolah rakyat, pasar, Trans Papua, hingga program lainnya,” katanya.
Meski demikian, Wapres menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan terciptanya stabilitas keamanan dan suasana damai di masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti Pesparawi memiliki peran penting dalam memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan perdamaian di Tanah Papua.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya praktik toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat.
Ia menegaskan bahwa nilai persaudaraan lintas iman tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah menjadi realitas sosial yang hidup di masyarakat.
Keterlibatan berbagai elemen lintas agama dalam kegiatan pembukaan, termasuk penampilan kelompok hadrah, disebut sebagai simbol kuatnya harmoni sosial di Papua.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari 38 provinsi di Indonesia.
Ia berharap Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persatuan bangsa.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 berlangsung pada 18–28 Juni 2026 dan diikuti 5.434 peserta, tamu, serta penggembira dari seluruh Indonesia dengan tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu”.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wapres, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para gubernur yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan defile 43 kontingen dari 38 provinsi, penampilan maskot “Bit Sang Konduktor”, hingga penutupan dengan lagu “Tanah Papua” yang dinyanyikan bersama sebagai simbol persatuan dan cinta Tanah Air.(Rahmat/red)




































