ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Rani, menghadapi kritik keras setelah aktivis menudingnya tidak menepati janji terkait permintaan bantuan untuk warga miskin di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari. Kritik ini muncul karena sejumlah keluarga masih bertahan di gubuk reot yang bocor saat musim hujan.
Aktivis Badan Advokasi Indonesia (BAI) DPP, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan bahwa ia berupaya memperjuangkan kondisi warga tersebut selama dua tahun. Ia menuturkan bahwa ia berulang kali menghubungi Plt. Kadis Sosial untuk meminta beberapa lembar terpal sebagai tenda darurat. Namun, menurutnya, permintaan sederhana itu tidak pernah direspons secara konkret.
Nyakli menjelaskan bahwa ia pertama kali menghubungi Rani dua tahun lalu, lalu kembali menyampaikan laporan sekitar satu bulan terakhir. “Kami hanya meminta beberapa terpal untuk meringankan beban warga,” ujarnya.
Selain itu, ia menganggap pola komunikasi Rani tidak konsisten. Pada panggilan pertama, Rani mengaku masih berada di Bandara Singapura dan berjanji akan menelepon kembali. Kemudian, pada panggilan kedua dua hari setelahnya, Rani menyampaikan bahwa mobilnya terperosok. Namun, menurut Nyakli, tidak ada tindak lanjut setelah itu.
Tim Satgasus BAI kemudian turun lagi ke lokasi dan menemukan kondisi warga masih memprihatinkan. “Mereka masih tinggal di gubuk yang bocor. Namun, Rani tetap menghindar,” tegas Nyakli.
Ia juga membandingkan penanganan pada masa Plt. Kadis Sosial sebelumnya, Sulaiman, yang menurutnya lebih cepat menanggapi kasus serupa. Karena itu, ia meminta Bupati Aceh Timur segera mengganti Plt. Kadis Sosial saat ini.
“Saya berharap jabatan Plt. Kadis Sosial diganti karena Rani belum menunjukkan komitmen pelayanan,” tutupnya. (HAS/red)


































